Menetapkan Tujuan bagian 1

Posted on Updated on

destination-sign-post_16479Ya, menetapkan tujuan adalah hal yang terpenting sebelum mengambil metode yang terbaik untuk berlatih. Kita semua akan mempunyai pendekatan metode yang berbeda sesuai dengan tujuan kita masing – masing, yang bisa jadi apapun dari seorang soloist – improviser, session player, song writter dll. Misalnya untuk menjadi seorang improviser, kita mungkin perlu memahami minimal sedikit soal skala, arpeggio dan aplikasinya, serta punya teknik yang mendukung. Untuk menjadi session player mungkin perlu minimal memperbanyak pola – pola dari berbagai style musik dan kemampuan sight playing [bermain dengan membaca partitur atau notasi musik tertulis]. Untuk menjadi song writer [penulis lagu] mungkin perlu mendalami tentang harmony, dan seterusnya.

Beberapa tahun belakangan ini buku – buku transkripsi dan peranan informasi dari internet memang sangat membantu untuk menambah wawasan tentang metode belajar, apapun, termasuk musik dan gitar. Tapi di sisi lain, hal ini juga sebagian membentuk satu generasi gitaris yang cukup malas. Kemampuan untuk mendengarkan, memahami apa yang kita dengar, dan menirukannya dalam gitar kita, atau istilah yang cukup populer adalah ngulik solo dari rekaman – rekaman favorite, ngejam bersama musisi – musisi lain dengan spontan [cek proyek Kampring Jamming Series], adalah hal yang amat penting. Sayangnya kemudahan akses pada hal – hal yang informatif diatas tadi tidak bisa memperbaiki kemampuan pendengaran para gitaris moderen yang rata – rata suka menggunakan jalan pintas untuk dianggap virtuoso musician. Eksistensi dalam karir bermusik memang penting, tapi musik sendiri bukan hanya tentang itu. Banyak sekali teman – teman yang memang tahu  dan bisa memainkan lagu – lagu instrumental yang luar biasa, tapi kebingungan ketika improvisasi dalam blues 12 bar, hal ini benar – benar pengalaman yang cukup mengganggu dan amat disayangkan. Mereka ini bermain musik dengan gitar atau bermain gitar seperti kegiatan menyalin surat sih?

Ada beberapa pengalaman yang cukup menarik ketika mengajar, yaitu bertemu beberapa orang yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan semua hal, melainkan hanya ingin tahu sedikit tentang sesuatu dalam gitar dan mungkin sekedar ingin tau bagaimana dasar bermain gitar itu. Banyak alasan kenapa hal ini terjadi. Memang kenyataanya orang belajar gitar bukan hanya karena ingin menjadi virtuoso musician, sebagian dari mereka hanya ingin tahu tentang beberapa hal saja dalam gitar, dan mereka terlalu sibuk dengan hal lain, misalnya kuliah atau bekerja. Jadi mereka tidak punya waktu untuk ngulik dan menggunakan transkripsi untuk memainkan suatu lagu.

Sebenarnya tidak ada suatu cara baku dalam melakukan kegiatan seni[ekspresi], kita juga tidak punya alokasi  waktu yang sama dalam mendalami gitar, sesuai dengan tujuan kita masing – masing. Asalkan proses bermusik itu menyenangkan, mengapa tidak?

Kalau kita sudah merasa cukup dengan beberapa transkrip lagu lagu favorite dan kita bermain untuk sekedar refreshing atau untuk sekedar mengisi acara musik di waktu – waktu tertentu, mungkin kita memang tidak akan terlalu memusingkan semua hal yang mungkin terlihat cukup konyol ini. Tapi kalau tujuan kita adalah menuju dunia musik professional, ear training adalah hal yang amat penting.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s