Menetapkan Tujuan bagian 2

Posted on Updated on

billy+sheehan+yamaha+BB714BS
Billy Sheehan

Kalau kita membidik sebagai live session player yang belajar banyak lewat mendengarkan musik secara langsung, mungkin bisa saja terdengar bagus, tapi itu saja mungkin tidak cukup memuaskan kalau kita tidak tahu latar belakang kenapa dan apa yang kita mainkan [banyak teman – teman yang bisa langsung maen I Will Survive tapi enggak tau circle of fourh, misalnya]. Kita bisa belajar banyak theory untuk menyeimbangkan kemampuan musikalitas kita.

Bagi teman – teman yang ingin jadi shredder atau virtuoso mungkin ada saat – saat yang cukup membuat frustasi ketika bertemu dengan penghalang dalam perjalanan untuk mendapatkan teknik dan speed yang luar biasa. Mungkin teman – teman perlu belajar fondasi metode teknik yang baik dan benar, karena tanpanya, kita hanya meneruskan untuk bermain dengan cara yang salah [ya, untuk eksekusi musik dan seni pada umumnya sih bebas – bebas saja asal dilakukan dengan nyaman dan ekspresif, tapi khusus soal bermain speed a la shredder atau virtuoso , metode yang salah dapat mengakibatkan cidera dan cacat permanen, jadi tolong agar selalu berlatih dengan baik dan benar].

Ya, segala alasan agar kita selalu berlatih itu bagus, termasuk ingin bermain lebih cepat lagi. Tapi kita perlu sekali – sekali mempertimbangkan “Gimana caranya agar kita tau kita udah cukup cepat?”. Berlatih speed demi musikalitas kita masing – masing adalah bagus, tapi perlu dipertimbangkan bahwa tidak ada alasan untuk meluangkan waktu hanya pada speed, karena begitu kita benar – benar telah mencapai batasan, kemungkinan besar kita akan membutuhkan ide – ide baru daripada sekedar berulang- ulang memainkan sebuah licks yang telah dihapalkan dan dilatih berminggu – minggu, lalu berusaha memasukkanya agar cocok pada semua situasi musikal [lagu, jamming, dll].

Musik telah menemukan tujuannya dalam berkomunikasi lewat rasa. Contohnya adalah musisi akan mempunyai arti rasa bila bermain dengan orang dan untuk orang, berkomunikasi dengan teman – teman band dan para penonton. Itu adalah sesuatu yang amat berharga dan tak ternilai dari musik, untuk menjadi fungsi bagian dari band yang melakukan pertunjukan. Memikirkan hal ini kadang – kadang cukup menyenangkan, untuk berada disana bermain untuk banyak orang. Kalau ini adalah tujuan kita, akan menyenangkan untuk fokus pada interaksi dengan penonton, teman – teman band, tempo, groove, dll. Kita bisa berbagi tips disini, tapi kita harus menemukan sendiri metode terbaiknya dengan memperbanyak pengalaman bermain dan bersosialisasi di dunia pertunjukan musik.

Tujuan lain dari kebanyakan teman – teman kita yang bermain gitar adalah mengidolakan beberapa gitaris, membeli peralatan persis seperti yang mereka pakai, berdandan dan gaya yang sama, dan berusaha mendapatkan semua nuansa dari guitar hero masing – masing. Misalnya di Bandung ini ada seseorang bassist senior yang merasa cukup dikenal, Dede SP, yang terdengar lebih Billy Sheehan daripada Mr. Billy sendiri [Hahahaha, hai mbah, kumaha, damang? Kapan atuh ngejem2?]. Memang cukup mengerikan [Dan mungkin sedikit lebay], tapi pada dasarnya tidak ada salahnya kok, kalau hal ini memotivasi untuk bermain, kenapa tidak?

Saran yang terbaik yang kita bisa lakukan sebagai player adalah menganut suatu guitar hero dalam suatu tahapan, ketika kita sudah tahu tentang apa – apa saja yang kita sukai dari suatu gitaris, kita harus fokus pada pencarian karakter, seperti apa sound kita. Belajar dari gitaris – gitaris besar adalah hal yang tak ternilai, sering kali mereka adalah para inovator yang menginspirasi banyak musisi lain. Eddie Van Halen mungkin akan terdengar berbeda kalau dia tidak meluangkan masa mudanya mempelajari licks Eric Clapton. Tapi kalau kita melakukannya adalah hanya untuk terdengar persis seperti orang lain, dalam jangka panjang hal itu akan menghentikan laju perkembangan musikalitas kita.

Memang akan menyenangkan kalau kita bisa mendengar seseorang yang bisa menirukan pemain besar seperti  Yngwie Malmsteen, George Benson, Shawn Lane dan Eric Johnson secara sekaligus bersamaan [Hahahaha]. Tentu saja hal itu mungkin hampir tidak masuk akal. Tapi tujuan utama untuk belajar dari mereka adalah mempelajari sedikit dari mereka yang kita suka, daripada berusaha mempelajari sebanyak – banyaknya pada hanya seorang guitar hero. Dengan cara ini kita akan menyerap lebih banyak pengaruh, persepsi dan cara pandang dalam mengekspresikan musik, dan menggabungkannya dengan cara yang unik, yang hampir pasti terdengar seperti KARAKTER YANG KITA CARI.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s