Transcribing bagian 1

Posted on Updated on

large-JohnPetrucci
John Petrucci

Atau teman – teman biasa menyebut ngulik. Sangat dianjurkan untuk kita semua agar mengetahui serta memahami apa yang sedang kita latih sehingga dapat menyerap semaksimal mungkin, dari setiap progresi akord dan licks, untuk menjadi bagian dari karakter kita sendiri, sehingga menambah vocabulary dan perbendaharaan musikalitas kita, dan mempermudah ketika kita mendapat inspirasi untuk menulis [lagu]. Walaupun seandainya kita kurang begitu nyaman dengan notasi dan simbol musik [system partiture], kita masih bisa mendokumentasikan tiap ide dengan system tablature [System notasi khusus untuk gitar, dengan 6 garis melintang untuk menggambarkan gitar dari sudut pandang pemain, dengan beberapa urutan angka yang menjelaskan lokasi fret dari not – not yang dimainkan]. Beberapa dari teman – teman yang sudah menguasai sight playing [bermain spontan dengan membaca notasi musik system partiture], mungkin akan menganggap system tablature ini cuman untuk musisi bloon atau nggak serius dalam bermusik :p tapi padahal di era awal para komposer untuk gitar dan kecapi menggunakan system tablature untuk standar notasi musiknya, selain kelebihan lain yang mungkin agak ribet kalau dituliskan dalam system partiture, yaitu tempat persisnya not – not itu dimainkan [yang otomatis ada di system tablature]. Jadi ini soal selera saja [system tablature cukup ribet dalam menuliskan symbol – symbol durasi].

Kebutuhan akan hal ini akan lebih serius lagi ketika melihat kenyataan bahwa ketika kita fokus untuk ngulik lagu – lagu, experiment dll, kita akan cukup kerepotan untuk mendokumentasikan dengan menghafalnya karena memory kita terbatas [andai aja ada slot untuk selalu upgrade]*. Sangat dianjurkan agar kita mendokumentasikan tiap licks secara terpisah daripada keseluruhan solo yang sebenarnya hanya 4 atau 8 bar saja bagian yang kita suka. Dan bagian terpenting dari hal ini adalah sebagai materi experimental dan “penyerapan” kita masing – masing, agar paham di akord apa saja licks itu bisa dimainkan, serta variasi kembangan dari bentuk basicnya dengan gaya kita sendiri. Beberapa teman – teman yang bermain jazz telah terbiasa dengan metode ini dengan membuat suatu perpustakaan licks, kemudian mereka akan membuatnya sebagai pola skala dengan akord yang spesifik untuk mendukungnya. Metode yang akan membuat tiap pemain benar benar berkarakter dan original.

* Mungkin salah satu dari beberapa pengecualian adalah John Petrucci yang bisa mengingat  not amat banyak, memainkannya dengan amat cepat dan amat akurat [non improvised dalam konteks lagu lagu progresif rock].

Previous | Next

2 thoughts on “Transcribing bagian 1

    konsumen mie yabi said:
    Oktober 25, 2009 pukul 2:14 am

    ketiga bagian topik ini sangat mengena sekali. good job. cuma kali ini saya ingin memberi sedikit komentar. karena kebetulan saya seorang pemetik gitar jadi partitur ini memberi sedikit masalah bagi saya dalam menentukan letak persis not, seperti yang mas dito bilang. namun sistem tablatur pun memiliki kelemahan juga dalam menentukan harga not. bukankah solusi yang paling baik adalah menggabungkan kedua sistem tersebut (angka2 yang diberi ekor sbg note valuenya). walaupun banyak kalangan gitaris yang tidak mempermasalahkan partitur tapi bagi saya tetap menjadi masalah. mungkin hal yang harus diperhatikan seorang gitaris dalam membaca partitur adalah memperkirakan jarak antara not tertinggi dan terendah sehingga ketika not2 tersebut terekam dalam pandangan yang mudah digapai oleh jari maka itulah posisi yang paling baik. tapi menurut saya tidak. karena belum tentu posisi itu nyaman bagi jari. pernah saya menemukan hal semacam itu ketika saya harus melakukan posisi alternativ daripada bermain di satu posisi yang terasa aneh. hmmm..entahlah, mungkin memang saya saja yang aneh atau memang gak niat baca partitur.wallahualambissawab.

      Dito Musicman said:
      Oktober 25, 2009 pukul 4:10 pm

      Hahahaha, akhirnya ngaku juga bahwa anda juga pemetik gitar selain pemerhati Mie yang berhubungan dengan Mie Yabi :p
      Ya memang saat ini system baca notasi yang sering terdapat pada kebanyakan modul kurikulum adalah bisa dibilang menggunakan gabungan dari kedua metode yang paling populer, partiture dan tablature.
      Gabungan ini bisa berupa partitur yang diberi tanda fingering tangan fretting dan picking [1, 2, 3, 4, T, dan p, i, m, a, c] atau seperti yang Konsumen Mie Yabi sebutkan tadi, sebuah tablature dengan symbol durasi di tiap not nya[symbol not balok].
      Cara yang manapun dari keduanya, kurang lebih cukup sama, tinggal bagi kitanya saja telah terbiasa dengan system yang mana, lalu menggabungkan dengan system satunya yang bagi kita kurang terbiasa.
      Tentang pemetaan posisi fingering, pada prakteknya memang hampir semua gitaris masing – masing mempunya posisi fingering [dan voicing] kesukaannya tersendiri, hal ini cukup berkaitan dengan anatomi jari, tone dan coloring yang hendak dicapai, jenis musik yang dimainkan, ukuran dan radius fretboard dan neck, serta beberapa faktor lain. Adalah wajar bagi kita untuk menemukan suatu posisi yang kurang nyaman walau posisi itu adalah yang disarankan oleh sang komposer atau transciber😉
      Disinilah reposisi fingering diperlukan, adanya penyesuaian posisi tanpa mengubah dasar dari harmony lagu, atau bahkan pada tingkat yang lebih jauh, bisa juga melakukan reharmonize [pembentukan harmony ulang sesuai apresiasi dan pendekatan pilihan harmony kita terhadap lagu] yang umumnya sering dilakukan teman – teman yang aktif mempelajari dan bermain jazz😉
      Mungkin Konsumen Mie Yabi berkenan sedikit berkomentar dan membagi ilmunya tentang reharmonizing ini atau pada hal – hal lain yang terkait?😉
      Silakan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s