Rekaman

Posted on Updated on

boom2
Boomerang

Banyak sekali manfaat dari rekaman dalam proses belajar gitar, atau instrumen lain dalam musik. Ketika kita merekam permainan kita sendiri, kita akan tahu dan bisa menilai secara jujur dan objektif tentang kelebihan dan kekurangan kita sendiri. Ketika kita bermain, kita akan mendengar permainan kita secara berbeda dengan para pendengar [audiens] karena proses mekanik dari memainkan lagu sekaligus mendengarkannya, yang membuat kita tidak bisa 100% fokus pada hanya mendengar dan mengapresiasi.

Dengan rekaman pula kita bisa memonitor kemajuan kita dalam jangka panjang. Ketika dalam suatu hal, misalnya picking atau phrasing dalam suatu line, kita bisa membuka arsip – arsip rekaman kita beberapa bulan atau beberapa minggu yang lalu, dan bisa jadi kita menemukan sesuatu dari melakukan review seperti ini. Dengan membiasakan diri merekam permainan kita, ini sekaligus sebagai salah satu alternatif cara melatih mental dan kenyamanan bagi teman – teman yang masih merasa grogi dalam bermain di depan banyak orang [seperti hampir semua orang tahu bahwa perasaan grogi itu kebanyakan berakibat negatif dalam bermain musik], yang tentu saja adalah salah satu cara yang amat dianjurkan dalam metode latihan.

Salah satu lagi kelebihan dari metode rekaman ini adalah kita bisa melakukannya sambil bereksperimen pada backing track[musik pengiring]nya juga dalam tiap kali sesi rekaman. Ketika kita sedang melatih dan berusaha memahami susunan bunyi dari suatu skala tertentu, kita bisa membuat beberapa menit progresi akord yang spesifik untuk mendukung eksperimen pada skala tersebut [nanti mungkin akan dibahas lebih lanjut]. Kita akan mendapat banyak sekali pembelajaran dan pemahaman dengan menggunakan metode eksperimen secara langsung ini, sekaligus mengembangkan karakter dan style kita lebih dalam.

Untuk memulainya kita tidak memerlukan alat – alat yang mahal dan aneh – aneh :p Sebuah Mono Tape Recorder sudah lebih dari cukup [tentu saja tanpa mempertimbangkan aspek nilai jual dari hasil rekaman yang akan kita mainkan itu – Hahahaha]. Suara desis ketika kita merekam, misalnya sebuah akord open E dan [mungkin] disertai decitan – decitan aneh memang tidak terlalu inspirasional untuk eksperimen solo yang soulful, tapi minimal kita mempunyai harmony untuk bermain bersama, dan membuat program latihan kita sedikit terasa benar – benar bermain secara nyata [dalam harmony] Dan hal terpentingnya adalah menambah pemahaman pada kita tentang bagaimana suatu not berfungsi dalam suatu susunan akord.

Buat para teman – teman yang cukup idealis, kita bisa menggunakan produk – produk phrase sampler yang lebih sesuai untuk keperluan itu, misalnya Lexicon JamMan, Boomerang, atau produk yang lebih umum dikenal banyak orang seperti Boss Loop Station. Alat – alat ini mampu untuk looping progresi akord dan menambahkan layer baru diatasnya, yang cukup membantu ketika dalam proses penulisan lagu, atau mencari harmony dalam sebuah solo. Biasanya alat – alat ini banyak dipakai para artis untuk bermain solo performance dalam suatu pertunjukan, mereka menggunakannya untuk bermain progresi akord, solo diatasnya, atau bisa digunakan sampai bereksperiment dalam sebuah komposisi instant yang kompleks, dari hanya sebuah sumber bunyi yaitu instrument mereka! Kalau mau yang cukup simpel dan cukup puas dengan setengah menit loop sample memory, kita bisa mencoba produk Line 6 Delay Modeler, dengan harga sekitar setengah dari Boomerang phrase sampler, plus banyak fitur efek delay dan echo.

Hal yang lebih jauh lagi, tentu saja mencari sebuah alat perekam multitrack yang dapat berfungsi sekaligus untuk fokus pada kemampuan  penulisan dan aransemen lagu. Tahap ini akan membuat kita untuk melihat gitar sebagai bagian dari musik secara keseluruhan. Dan juga, sebenarnya hal – hal teknis yang perlu kita latih dalam bermain gitar itu tergantung dari kebutuhan dari musik yang akan kita tulis, jadi apa yang kita pelajari akan benar – benar bermanfaat dan terpakai dalam musik kita daripada mendalami banyak teknik [biasanya seringkali karena penasaran atau cuma buat pamer :p] tanpa ada penerapan praktis dalam musik kita, yang sebenarnya sebagian tidak akan pernah kita butuhkan.

Nasehat terakhir : Selesaikan apa yang telah kita mulai. Banyak sekali teman – teman yang punya ide -ide luar biasa [dalam musik dan dalam hidupnya], tapi tidak semuanya benar – benar berusaha menyelesaikan sampe akhir. Dalam musik dan khususnya metode latihan bagian rekaman ini, menulis satu lagu utuh itu lebih baik daripada 40 progresi akord yang kecil – kecil tanpa berpikir untuk menyambungkannya. Hal yang paling efektif dalam mendengar musik adalah struktur, cara bagi tiap bagian untuk saling terhubung dan terukur seperti bagian pengulangan, pengulangan, pengulangan lagi, lalu tiba – tiba faktor kejutan! Kalau kita memikirkan hal ini sejenak dan berusaha menerapkannya, kita akan mendengarkan lagu dengan apresiasi yang sedikit lebih berbeda dan sedikit lebih dalam😉

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s