Kemampuan Fisik

Posted on Updated on

les paul
Les Paul & Gibson

Ada banyak hal yang mengagumkan yang telah dicapai oleh para gitaris yang secara fisik mereka secara teknis kurang sempurna. Misalnya contoh yang cukup dikenal, Tony Iommi, gitaris yang telah melahirkan suara demonic dari riff – riff Black Sabbath, yang karena suatu kecelakaan kehilangan ujung jari – jari untuk bermain gitar. Banyak dari gitaris yang kemudian mempertanyakan kelanjutan karir musiknya. Tony walau bagaimanapun dia tidak menyerah semudah itu dan memutuskan untuk membuat ujung jari – jari buatan yang terbuat dari kulit, menggunakan ukuran senar yang lebih kecil [dan ringan], dan tetap meneruskan karirnya dalam musik.

Atau contoh yang lain, siapa yang ngaku gitaris tapi tidak tahu Les Paul? :p Les Paul itu semacam Leonardo da Vincinya para komunitas gitar  yang memperkenalkan ke dunia untuk pertama kalinya  sebuah alat perekam multitrack dan sebuah gitar listrik solid-body, dan juga sepak terjang namanya dalam menjelajahi chart tangga lagu musik pop di jamannya serta mendesain sebuah gitar yang populer, Gibson yang mencantumkan namanya dalam headstocknya. Permainan Les Paul banyak dipengaruhi oleh kontribusinya di banyak bidang dalam musik, tapi ketika kita mendengarkan rekaman instrumentalnya dari tahun 1950 an, kita akan mendengar sebuah permainan gitar dengan teknik yang luar biasa, humor yang nakal dan ide – ide yang sedikit lebih maju di jamannya. Cerita tentangnya tetap berlanjut bahkan ketika tangannya patah karena sebuah kecelakaan mobil, dan para tim medis mengatakan kalau karir musiknya telah berakhir. Dengan santainya Les Paul memaksakan lengannya dalam sudut yang tepat sedemikian rupa sehingga plastik gips dilengannya akan menahannya dalam posisi untuk memegang pick dan dia dapat meneruskan bermain dengan cukup bahagia :p

Lalu tentu saja contoh yang lain lagi yang cukup dikenal adalah Django Reinhardt, yang dengan Stephane Grapelli sebagai contoh terdepan dalam style gypsy jazz, dan permainan akustik yang berapi -api itu telah menginspirasi banyak pemain dan para imitator hingga saat ini. Django terkena kebakaran dalam suatu caravan yang membuat 2 jari untuk frettingnya tidak bisa digunakan, kecuali hanya untuk beberapa bentuk akord, dan sesudahnya ketika kita mendengarkan rekamannya yang manapun, dia terdengar lebih lincah, bahkan daripada kebanyakan gitaris dengan jumlah jari fretting yang lengkap😀

Point utamanya adalah segalanya adalah mungkin kalau kita serius dan komitmen dalam bermusik. Ya, kasus – kasus yang ditulis diatas itu memang pengecualian. Mereka semua mempunyai imajinasi dan gambaran yang luar biasa besar untuk mendapatkan sesuatu yang unik dalam karya musik mereka [tentu tidak seperti industri musik di Indonesia saat ini yang kebanyakan didominasi oleh musisi karbitan dan pelaku industri yang terlalu berorientasi kapital, daripada moral dan musical], yang memaksa mereka untuk memperjuangkan untuk meneruskan dan berbagi musikalitas mereka pada dunia, apapun halangan yang mereka hadapi. Orang – orang seperti mereka adalah cukup jarang ditemui, sementara kebanyakan dari kita akan benar – benar terganggu hanya karena masalah – masalah yang jauh lebih sepele daripada  bencana – bencana yang dialami oleh para pemain besar yang ditulis diatas. Dengan kata lain, bermain gitar itu akan jauh menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan kalau kita bisa berhati – hati dengan diri kita sendiri😉

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s