Pick dan Jari – Jari

Posted on Updated on

KGG-000280
Jeff Beck

Beberapa gitaris seusai gigs biasanya akan ditanyai bermacam – macam terutama setelah bermain bagus. Dari pertanyaan – pertanyaan yang umum biasanya adalah tentang bagaimana cara mendapatkan tone yang bagus, dan seringkali ketika penanya telah bersiap – siap mendengar nama – nama hardware terkenal dengan harga mahal, kebanyakkan gitaris hanya menjawab dengan  menunjukan jari – jari tangannya dan mengatakan kalau semua berasal darinya. Memang kita akui, kemungkinan besar para gitaris memang punya rahasia besar dengan apa yang mereka lakukan terhadap hardwarenya, pickups yang digunakan, bagaimana set up dan merangkai deretan fx, dll, yang tidak ingin diketahui secara umum, dan mereka sangat protektif terhadap hal yang membuat mereka terdengar original. Tapi pada umumnya, tone yang baik dan original memang benar – benar berasal dari jari – jari kita sendiri.

Salah satu faktor yang spesifik tentang hal ini adalah bagaimana cara dalam melakukan picking [memetik gitar, biasanya dengan menggunakan pick] akan sangat berpengaruh pada tone keseluruhan [Paul Gilbert menggambarkan bahwa tangan untuk fretting ibarat kita pegang setir mobil, lalu tangan untuk picking ibarat kaki yang menekan pedal gas atau rem. Apa yang akan kita bunyikan tergantung bagaimana cara membunyikannya, seperti jalannya mobil ketika kita menyetir ke tujuan tergantung bagaimana kita mengatur antara gas dan rem]. Misalnya ketika kita menggunakan bagian yang rata pada pick dengan sudut paralel pada senar yang dimainkan, kita akan mendapatkan tone bulat yang akan terdengar bagus kalu kita memainkan lick – licknya George Benson. Dan kalau kita sedikit demi sedikit membelokan kontak antara pick dan senar sehingga membentuk sebuah sudut [misalnya secara ekstrim : 45 derajat], cara ini akan membuat kita melakukan picking dengan tepian permukaan pick yang terkena kontak dengan senar, akan memberikan tone yang lebih tajam dengan tambahan sedikit gesekan dan karakter perkusif seperti saat – saat tertentu di klimaks solo Gary Moore [dan di semua lick Paul Gilbert]. Walaupun sebenarnya cara yang pertama adalah cara yang dianjurkan oleh hampir semua buku method dan pendekatan baku pada cara picking dalam bermain gitar, tapi kedua cara itu cukup bisa dibilang sama – sama berguna, terutama kalau kita bisa melakukan kedua cara itu yang akan membuat kita mempunyai tambahan pilihan tone memerlukan tanpa alat – alat tambahan.

Karakteristik lain yang bisa didapatkan dari hanya dalam picking ini adalah, lokasi dimana kita melakukan picking ini. Picking di dekat bridge akan menghasilkan bunyi tipis dan metalik, yang pada setting clean akan sedikit bisa mendekati suara sitar. Kalau kita lebih ke arah neck, bunyi yang akan dihasilkan akan terdengar lebih bulat dan empuk [warm]. Kalau kita mengeksplorasi lebih jauh dimana kita bisa melakukan picking di sepanjang fretboard, mungkin di suatu tempat kita akan mendapatkan bunyi yang sering terdengar seperti karakter Frank Zappa. Perlu diketahui kalau bermain cepat akan lebih susah kalau kita melakukan picking terlalu ke arah neck, terlebih lagi apabila gitar menggunakan senar dengan diameter kecil, yang dengan tekanan yang kecil, akan membuat mereka bergerak lebih lebar, kita seperti melakukan picking pada karet :p

Tentu saja beberapa gitaris bahkan tidak membutuhkan pick sama sekali. Mereka melakukan finger picking [picking dengan jari – jari, seperti kebanyakan pemain bass jazz]. Jeff Beck bahkan mengatakan kalau “Pick hanyalah untuk para anak – anak”, dan walaupun memang terdengar cukup menyakitkan bagi para pengguna pick dan para anak – anak itu sendiri :p kita tidak bisa membantah bahwa Jeff Beck bisa mendapatkan jangkauan tone yang luas hanya dengan menggunakan pendekatan finger picking. Ada suatu fakta yang harus diakui ketika kita bermain menggunakan finger picking, bahwa kita mempunyai lebih banyak kontrol dan hal ini sering dibahas dalam diskusi – diskusi bahwa menghasilkan bunyi yang lebih murni. Joe Pass pada tahun -tahun terakhirnya lebih banyak menggunakan finger picking, dengan attack[pukulan picking] yang sangat natural dan halus.

Dan kalau kita lebih banyak menggunakan pick [ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan dengan pick, terutama tentang karakter dan tingkat aggresifitas], kita mungkin bisa bereksperiment dengan menggunakan picking gabungan untuk mendapatkan jangkauan tone yang lebih luas lagi. Cara ini umumnya dilakuka oleh pemain – pemain country, seperti Albert Lee, Jerry Donahue, Danny Gatton, Brent Mason, Scotty Anderson, dll. Tapi yang paling unik adalah pendekatan yang berbeda oleh Brett Garsed, Bumblefoot [atau sebelumnya sering dikenal Ron Thal], dan bahkan Stevie Ray Vaughan.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s