Vibrato bagian 1

Posted on Updated on

vibrato
Vibrato

Setelah cukup lama membahas bagaimana itu bending dari satu not ke not lain, sekarang dilanjutkan dengan vibrato.

Setiap orang mempunyai pendekatan vibrato sendiri – sendiri, dan kemampuan untuk mengubah dengan cepat dan secara berulang pada sebuah pitch lalu mengontrol perubahannya dari not dasar adalah salah satu hal yang terpenting dalam sound kita secara keseluruhan. Cara terbaik untuk melatih vibrato adalah dengan berusaha menirukan vibrato dari pemain yang kita sukai. Karakter vibrato dari gitaris – gitaris besar seperti BB King, Peter Green dan Paul Kossof dapat dijadikan acuan referensi standar dari tipe kebanyakan vibrato, dan kalau kita lebih menyukai jenis vibrato yang lebih liar, mungkin kita bisa mencoba menirukan gaya vibrato Angus Young, Yngwie Malmsteen, atau yang sering terdengar bernuansa marah seperti Zakk Wylde. Semakin banyak variasi vibrato yang dapat kita mainkan, akan semakin fleksibel dan mempermudah dalam mengekspresikan berbagai macam mood dan tema dalam suatu lagu, dan kalau kita tidak cukup puas dengan contoh – contoh yang cukup umum yang disebutkan diatas, kita bisa menggunakan contoh – contoh lain yang tidak berorientasi pada bunyi vibrato gitar, melainkan pada vocal misalnya, seperti suara Pavarotti atau bahkan Marc Bolan.

Salah satu bentuk vibrato pada gitar dengan senar logam, adalah dengan melakukan bending berulang secara cepat dari not dasar, dengan menggunakan pergelangan tangan, sementara tugas jari adalah memencet dan memastikan pergerakan pergelangan tangan ini tersampaikan secara efektif untuk mengubah – ubah pitch dari suatu not. Suatu latihan perkenalan dasar pada vibrato adalah dengan memencet suatu not, membunyikannya, lalu membendingnya 1 not, dan mengembalikan lagi ke pitch awal. Dimulai secara pelan – pelan dan dalam interval waktu tertentu. Ketika kita sudah bisa melakukannya dengan lebih cepat, not ini akan terdengar seperti sebuah not yang sedang dimainkan dengan vibrato, daripada terdengar seperti 2 not berbeda yang dibunyikan bergantian. Dan pada umumnya, telinga kita akan mendengar bahwa not pertama sebelum kita lakukan bending adalah not yang sebenarnya, walaupun kita melebarkan vibrato kita hingga 3 sampai 4 fret sekalipun.

Banyak kombinasi yang bisa dilakukan dengan bending dan vibrato, misalnya kita membending not A ke not B, lalu menambahkan vibrato pada not B [Seperti pada awal lagu Jimi Hendrix : Red House]. Ketika kita melakukan vibrato pada not yang sedang dibending, jari kita harus mengingat seberapa besar tekanan yang dibutuhkan untuk membunyikan pitch dasar dari not yang sedang dibending itu, kemudian menambahkan sedikit lebih banyak tekanan untuk melakukan vibrato. Atau juga bisa dilakukan dengan mengurangi sedikit tekanan pada not yang sedang dibending itu, sehingga vibrato dilakukan dengan not yang lebih rendah dari not awal seperti yang sering terdengar pada permainan Brian May. Ini akan terdengar tetap seperti vibrato yang normal, namun terdengar sedikit lebih berkarakter dan beda dari tipikal vibrato kebanyakan yang biasa orang lakukan. Tentu saja sebaiknya kita bisa melakukan secara nyaman berbagai jenis vibrato ini, sehingga kita bisa berekspresi lebih baik pada berbagai kesempatan bermain solo.

Previous | Next

2 thoughts on “Vibrato bagian 1

    Thomas said:
    April 12, 2010 pukul 2:25 am

    Nice posting….bagi2 ilmu menambah ilmu juga pada akhirnya.
    salam.

      ditomusicman said:
      April 17, 2010 pukul 11:23 am

      Sama2 Mr. Thomas, terima kasih sudah mampir😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s