Vibrato bagian 3

Posted on Updated on

Vigier Fretless
Vigier Fretless

Sedikit tambahan tulisan tentang vibrato pada hal yang spesial dan unik pada gitar.

Ketika kita bermain slide guitar, kita akan memainkan vibrato dengan cara menggerakan slide sepanjang neck daripada membending notnya, sehingga pergelangan tangan kita diharuskan bergetar secara horizontal. Walaupun demikian, tetap saja prinsip dasar teknik vibrato ini masih tetap berlaku pada pengguna slide, walaupun sebenarnya saya pribadi tidak pernah benar – benar mendalami teknik ini, sehingga disini tidak akan membahas detail tekniknya lebih jauh lagi.

Kebanyakan orang menganggap permainan menggunakan slide adalah untuk musik – musik yang bernuansa blues, tapi sebenarnya tidak terbatas hanya pada satu genre saja. Steve Vai melakukannya dengan pendekatan heavy metal pada lagu Bad Horsie. Untuk sudut pandang lain, silakan mendengarkan album Jeff Beck yang berjudul You Had It Coming yang didalamnya terdapat lagu Nitin Sawhney yang berjudul Nadia. Phrasing Jeff Beck dalam menirukan jalur vokal dari versi asli lagunya benar – benar luar biasa yang didalamnya terdapat perubahan – perubahan microtonal [resolusi pitch yang lebih kecil daripada semitone, atau jarak 1 fret pada gitar] yang umumnya sering terdengar pada musik – musik India.

Selagi sedang membahas tentang India, ada yang perlu sedikit ditambahkan lagi. Silakan cek album A Meeting By The River, yang didalamnya terdapat permainan slide yang sangat kontras dari Ry Cooder dan V[ishnu] M Bhatt. Walaupun Bhatt bukanlah seorang gitaris, dia memainkan instrumentnya sendiri yang bernama Mohan Vina, tapi phrasingnya bisa diaplikasikan pada gitar.

Kalau mau mendengarkan yang benar – benar aneh dengan gaya slide, silakan cek David Tronzo, pemain jazz yang bereksperiment dengan Steinberger. Dan buat yang lebih ekstrim lagi, tentu saja ada gitar yang dimainkan tanpa fret [fretless], yang akan memudahkan kita meluncur secara bebas secara fisik dan pitch di sepanjang neck gitar tanpa konsekuensi apapun, tanpa sebuah slide, sehingga semua jari – jari bisa berfungsi normal untuk fretting. Gitar tanpa fret [fretless] ini tentu bukan tanpa kelemahan, gitar ini cenderung untuk mempunyai sustain yang pendek. Tapi walaupun demikian, beberapa orang dari Vigier membuat gitar bernama Surfretter, yang mengatasi masalah ini dengan menggunakan semacam campuran logam pada fretboardnya, yang memberikan sustain lebih baik daripada menggunakan kayu. Kalau kita penasaran dengan bagaimana bunyinya, silakan cek album Bumblefoot [Ron Thal] berjudul 9.11 atau pemain akustik Antonio Fercione, yang dikenal memainkan instrumen yang mirip gitar yang bernama Oudan. Bermain pada gitar fretless tidak bisa dipungkiri bahwa dituntut konsentrasi yang lebih untuk akurasi intonasi dari setiap not yang berusaha kita mainkan. Memang jadi sedikit lebih menyusahkan, tetapi layak dicoba buat teman – teman yang ingin terdengar berbeda.

Previous | Next

2 thoughts on “Vibrato bagian 3

    Fleedsedili said:
    November 24, 2009 pukul 2:13 pm

    OMG loved reading your blogpost. I added your feed to my google reader.

      ditomusicman said:
      Desember 2, 2009 pukul 6:00 pm

      Thanx man. But, hey, you reading this blog, are you really understand indonesian language?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s