Solusi Lain bagian 1

Posted on Updated on

MXR Smart Gate M135
MXR Smart Gate M125

Sebagian besar para pemain yang menggunakan setting overdrive yang besar menggunakan sebuah semacam bantuan noise gate atau noise suppressor, yang pada dasarnya tidak akan mengijinkan suara gitar diproduksi oleh ampli kecuali cukup kencang dan dikategorikan sebagai suara yang hendak dimainkan [bukan noise]. Segala sesuatu yang dikategorikan sebagai noise, dengan menggunakan perangkat noise gate ini tidak akan mencapai ampli untuk dibunyikan kencang – kencang karena alat ini dapat diatur untuk mampu menekan dan menyaring suara seperti desis [dari peralatan analog misalnya] sementara meneruskan ke ampli bunyi yang dimaksudkan sebagai bunyi dari permainan kita sebenarnya. Tentu saja kita juga dapat mengatur ambang batasnya [threshold] bagaimana sebuah noise gate ini berperan dalam penyaringan noise dengan menggunakan ukuran tingkat kekencangan bunyi [dalam desibel, dB]. Noise gate ini dapat mempermudah kita dalam bermain gitar dan pencarian sound, sebuah alat yang akan sangat membantu bagi yang sering kali melakukan rekaman dirumah.

Ada beberapa teman  -teman yang mungkin berharap noise gate dapat menggantikan teknik muting kita, tapi ini tentu saja tidak mungkin [hahahaha] karena memang dari awal terdapat perbedaan mekanisme kerja dari keduanya, noise gate dapat mendukung dan membantu teknik muting, namun tidak bisa menggantikannya. Walaupun semahal apapun perangkat noise gate yang kita gunakan, kedua tangan kita masih penanggung jawab utama terhadap bunyi [dan noise darinya juga], semakin bagus teknik kita, dan semakin bersih kita dalam bermain, semakin sedikit kerja noise gate, dan akan semakin cemerlang bunyi yang kita hasilkan [tanpa pewarnaan dan efek membuat kita terdengar lebih alami]. Ada sedikit cerita dari sebuah metal band yang menyewa jasa teknisi untuk mengoperasikan noise gate dari belakang panggung, dan menyuruhnya untuk mempelajari semua lagu – lagu dari band tersebut, serta daftar lagu dalam pertunjukan musiknya. Tugasnya adalah menghidupkan dan mematikan noise gate tersebut secara manual pada saat gitar dimainkan dan jeda gitar diam. Ini adalah solusi yang ekstrim pada bahasan muting disini, tapi karena musik adalah bentuk seni, yang tidak ada istilah benar salah, hanya ada appresiasi, maka yang terbaik untuk kita itu adalah cara kita dalam bermusik.

Satu hal lagi yang masih berhubungan, menggunakan gitar dengan tremolo bridge up – down pada setting ini akan memunculkan masalah baru. Pegas tremolo akan turut bergetar karena resonansi bunyi yang keras dari ampli, dan kita tentu saja tidak mungkin melakukan muting pada pegas ini dengan tangan, karena letaknya memang di dalam rongga pada badan gitar. Ketika masalah ini muncul, kita akan mendengar seperti gema bel di kejauhan ketika kita membunyikan sebuah akord kencang – kencang. Salah satu solusinya adalah dengan membuka tutup di belakang gitar kita dan menyelipkan semacam busa diantara para pegas itu. Mungkin ini cuma akan sedikit [sekali] berpengaruh pada perubahan tone gitar kita, tapi biasanya kebanyakan para pemain metal tidak terlalu peduli dengan perubahan yang terlalu kecil untuk dibandingkan dengan bantuannya untuk menghasilkan suara yang gahar dan gagah. Ya, jeng – jeng – jeet – jeng – jeng – jet gitu deh.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s