Metode Tuning bagian 2

Posted on Updated on

DigitalGuitarTuner2_
Digital Clip-On Guitar Tuner

Ini adalah sedikit masalah yang muncul pada tuning dengan metode system pembagian versi Yunani/Latin kemarin. Ketika kita akan mencari tahu pitchpitch dari skala yang sama pada kunci D mayor, kita akan memulainya dengan D = 297 Hz seperti pada daftar di artikel kemarin, lalu menerapkan metode pembagian yang sama dari not pertama. Kira – kira seperti ini :

D = 297 Hz – dikalikan 9/8 untuk mendapatkan :

E = 334.1 Hz – dikalikan 10/9 untuk mendapatkan :

F# = 371.3 Hz – dikalikan dengan 16/15 untuk mendapatkan :

G = 396 Hz – dikalikan dengan 9/8 untuk mendapatkan :

A = 445.5 Hz – dikalikan dengan 10/9 untuk mendapatkan :

B = 495 Hz – dikalikan dengan9/8 untuk mendapatkan :

C# = 556.9 Hz – dikalikan dengan 16/15 untuk mendapatkan :

D = 594 Hz

Walaupun topik matematika ini sedikit keluar jalur, tapi kita sama – sama tahu dari daftar diatas bahwa disini terdapat masalah tuning yang cukup serius. Sebuah not E dalam skala C mayor kemarin berada pada frekuensi 330 Hz, tetapi sebuah not E yang sama pada skala D mayor diatas berada pada frekuensi 334.1 Hz. Hal yang sama dan lebih populer, sebuah not A dalam skala C mayor kemarin berada pada frekuensi 440 Hz, tetapi pada skala D mayor diatas berada pada frekuensi 445.5 Hz. Jadi bagaimanakah kita harus melakukan penyeteman [tuning] pada instrument kita yang bisa terdengar bagus di semua 12 kunci, ketika ternyata ada lebih dari 1 standar dalam menentukan frekuensi dari banyak not?

Solusi dari system musik Eropa/Western adalah equal temperament, yang membagi sebuah oktaf pada 12 semitones yang besarannya masing – masing sama. Dalam versi matematikanya hal ini dapat diperoleh dengan mengalikan frekuensi awal dengan akar ke 12 dari 2 [sekitar 1.0595]. Ketika kita melakukannya 12 kali, kita akan mendapati frekuensi dari tiap semitones pada oktaf yang lebih tinggi. Ini bukanlah versi yang terdengar paling menyenangkan dari tiap not, tapi ini adalah yang kira – kira terdengar paling benar dalam banyak konteks, dan memudahkan para musisi untuk menulis dan bermain musik yang bergerak bebas pada bermacam – macam kunci.

Kompensasi pada metode ini adalah sangat sulit untuk melakukan tuning. Ketika kita mencoba membuat sebuah akord open C yang tersetem baik, kita akan mendengar pada seteman yang sama, sebuah akord open E akan terdengar sedikit keluar [fals], dan sebaliknya. Kalau kita mencoba menggunakan electric tuner untuk menentukan jarak dan frekuensi ideal [seperti yang disarankan dalam system metode equaltemperament], semua akord kita akan terdengar sedikit fals. Tapi fals dengan kadar yang amat sedikit ini, kita sebenarnya tetap dapat bermain dengan baik menggunakan hasil seteman ini.

Semua detail teknis ini adalah untuk memberikan kita pemahaman tentang tuning dan hal penting : Ketika kita tetap menggunakan tuning sebuah concert pitch [System tuning metode Eropa/Western], tetapi akord masih berbunyi kurang pas, maka kita tidak akan marah karena kita tahu kalau kitalah yang sebenarnya benar. Cara terbaik untuk tuning adalah dengan menggunakan sebuah tuner untuk panduan dasar dan sisanya serahkan pada telinga kita untuk disetem dengan lebih mendetail lagi sesuai kebutuhan dalam permainan kita.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s