Tuning Standard

Posted on Updated on

GuitarIntonation-main_Full
Mengatur Intonasi pada Bridge

Ada lagi masalah lain yang tak terpisahkan dengan tuning, yang mungkin bisa digambarkan dengan bagaimana sebuah piano disetem. Piano akan lebih tersetem dengan baik pada oktaf – oktaf tertentu dibandingkan oktaf yang lainnya, yang artinya ada perbedaan dalam seteman di sepanjang jangkauan nada dalam piano. Saya juga tidak tahu kenapa, tapi inilah kenyataan yang kita tahu. Virtuoso Guitarist, Eric Johnson menggunakan metode tuning dengan menyetem senar open G terlebih dahulu, lalu menyesuaikan senar – senar yang lain sampai pada kedua senar E, dengan demikian maka not acuan yang paling ‘benar’ berada pada pertengahan jangkauan nada dalam instrument gitar. Di dalam orkestra, kita akan menemukan bahwa concert pitch akan berarti sedikit berbeda bagi banyak musisi, misalnya seorang pemain violin biasanya akan menyetem A sedikit lebih tinggi dari pemain tuba. Contoh pada gitar misalnya, Martin Taylor mengatakan kalau beliau lebih memilih untuk menyetem A = 442 Hz daripada A = 440 Hz.

Ada lagi permasalahan dalam tuning pada gitar. Banyak masalah ya? Ketika kita memetik sebuah senar, kita akan berpikir bahwa senar yang kita petik ini akan bergetar sepanjang antara bridge dan fret [atau nut kalau kita memainkan open string]. Tetapi faktanya sedikit berbeda. Ada sedikit bagian dari senar diantara kedua ujung tadi yang tidak benar – benar bergetar. Ini adalah penjelasan kenapa kita harus melakukan penyeteman intonasi, untuk memastikan setiap not pada gitar terdengar baik di sepanjang fretboard. Aturan umumnya adalah kita harus membandingkan pitch dari not fret ke 12 dengan pitch natural harmonic pada tempat dan senar yang sama. Ketika not fret ke 12 terdengar lebih tinggi, maka bridge harus sedikit dimundurkan, menjauhi nut. Kebalikannya, ketika not fret ke 12 terdengar lebih rendah daripada natural harmonicnya, maka bridge harus sedikit dimajukan, mendekati nut. Sebaiknya sebelum melakukan penyeteman intonasi ini kita terlebih dahulu memastikan bahwa senar telah terulur sempurna dan telah tersetem dengan baik pada posisi open string.

Sepertinya masalahnya tidak pernah usai… Tapi memang demikian kenyataannya sejauh ini… Jadi pemain gitar memang musti sabar. Menyeting intonasi seperti diatas memang menyelesaikan masalah perbedaan intonasi pada arah bridge di senar, tetapi tentu saja terdapat masalah yang sama pada sisi kearah nut di senar yang sama :p Kebanyakan teman – teman pemain gitar yang jeli akan merasa kalau beberapa fret pertama pada gitar terdengar lebih tinggi dibandingkan not – not yang sama yang dimainkan ditempat lain, maka diperkenalkanlah Buzz Feiten Tuning System. System ini menggunakan semacam formula rahasia [dan akibatnya jadi mahal :|] untuk mengubah jarak antara nut dan para fret, dan ini cukup memperbaiki masalah intonasi di wilayah sekitar nut.

Dan juga kalau teman – teman pernah memperhatikan dengan detail pada Yamaha signature seriesnya Frank Gambale, kita akan langsung tahu kalau pada fret  pertama dan kedua sedikit ada belokan dan tidak lurus seperti kebanyakan fret pada umumnya. Ini adalah contoh lain untuk mengatasi ketidak konsistenan tuning , dan belokan fret ini dibuat untuk memastikan semua akord – akord yang umum akan terdengar bagus.

Kedua cara diatas sepertinya memang telah memperbaiki kekurangan alami pada tuning gitar, tetapi jangan lupa bahwa faktanya banyak orang telah bermain gitar sejak dulu dan terdengar bagus jauh sebelum kedua system ini diperkenalkan, jadi pesan moral dari artikel ini adalah, gunakan telinga kita😉 Saya pribadi pernah hampir dipermalukan seperti orang yang tidak bisa bermain sama sekali ketika diajak untuk jamming pada acara launching buku tentang improvisasi jazz dan coaching clinics, hanya karena panitia yang menyediakan sebuah gitar dibawah standar, dengan senar yang benar – benar baru yang belum diregangkan dengan baik. Siasat mengganti beberapa voicing akord sedikit berhasil untuk menyamai seteman kibor. Tetapi ketika turun panggung, si pemain kibor mengatakan kalau ternyata sebagian key di kibornya ternyata dalam keadaan transpose… Sial😐

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s