Timing bagian 2

Posted on Updated on

18032
Keteraturan Pola Denyut Jantung

Sedikit tambahan pada bahasan tentang timing. Pada sensasi puncak tentang feel dari timing ini, kita akan merasakan sesuatu seperti ketukan atau irama internal [tak terdengar, dalam hati] tanpa keharusan untuk melakukan gerakan fisik, tapi sebenarnya tidak ada yang melarang untuk menggerakan bagian tubuh kita [yang tidak berhubungan dengan gitar] untuk bergerak sesuai tempo atau malah sebagai acuan pembuat stabil tempo [terutama pada lagu berirama kompleks], semakin kita merasakan dengan fisik kita feel dari musik yang kita mainkan, akan lebih baik dan alami bunyi dari permainan kita. Tujuan umum dari anjuran ini adalah agar setidaknya kita merasakan ketukan atau irama dasar dari sebuah musik tanpa terpengaruh oleh kerumitan teknik dan pola ritmis dari bagian gitar dalam musik tersebut. Umumnya sebagian dari kita menyebutnya ‘Backbeat’, atau ‘Inner Groove’, atau silakan sebut apapun dengan istilah yang lebih kita sukai, tapi jelas bahwa ini adalah aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan agar permainan kita masuk dan sinkron dalam hal timing [terutama kaitannya ketika bermain dalam ensembel atau ketika ngejam dengan pemain lain], apapun konteks musiknya.

Sebenarnya semua ide dari tulisan ini, untuk kejelasan dan kemudahan pemahaman, saya menggunakan assumsi 4 ketuk dalam 1 bar [4/4] walaupun sebenarnya bisa diaplikasikan pada birama yang bagaimanapun [Silakan dengarkan lagu – lagu berelemen progressif untuk eksplorasi penggunaan birama yang kurang umum, contoh yang mudah ditemui dari Frank Zappa, Steve Morse, Steve Vai, sampai yang paling populer saat ini Dream Theater, Mattias Eklundh, dll]. Ketukan yang berjarak sama dan teratur dalam musik dan dalam pola – pola ritmik akan terdengar lebih natural. Kebanyakan musik barat menggunakan birama ini, dan sudah menjadi hal yang lazim birama dengan bilangan genap menjadi banyak pilihan oleh para komposer. Ini bukanlah sebuah tradisi yang dipaksa oleh sebuah system teori musik, tapi ini adalah karena memang terdengar alami dan normal bagi kita. Mungkin hal ini bisa sedikit dipahami dengan melihat kenyataannya di bagian dari kehidupan alami manusia, tubuh kita hampir semuanya berfungsi dengan pola serupa. Dari keteraturan pola denyut jantung [mau bertambah kencang atau pelan, jarak antara deb deb… deb deb… nya tetap teratur ;)], pergantian dari kiri dan kanan ketika berjalan dan berlari, pola nafas, atau hal lain yang mungkin terlalu vulgar disebutkan disini, dll.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s