Sentuhan Manusia bagian 1

Posted on Updated on

Roland_Drum_machine_
Roland Dr. Rhythm Drum

Cara terbaik untuk melatih kemampuan stabilitas kontrol tempo kita adalah tentu saja dengan sebuah alat pengatur tempo kapanpun kita bermain. Mungkin saja alat ini adalah sebuah metronome, tetapi tentu saja tidak hanya metronome, bisa juga berupa sebuah kaset atau CD player yang memainkan backing tracks atau minus one yang sekarang semakin banyak sekali dijumpai dimana – mana. Dengan menggunakan minus one ini, kita tidak hanya mendapatkan pola ketukan ritmis yang akurat yang dimainkan secara profesional, tetapi juga sekaligus kita mendapatkan petunjuk tambahan tentang gaya dan feel dari musiknya, misalnya kita akan mempelajari lebih banyak tentang bagaimana cara memperoleh pola groove yang terdengar malas – malasan dengan bermain dalam minus one pada lagu – lagu Bob Marley, yang pelajaran ini tidak akan bisa di dapat hanya dengan ditemani sebuah ketukan metronom yang dingin, kaku dan tidak mempunyai emosi. Demikian pula dalam konteks musikal sehari – hari, adalah penting untuk bermusik dengan orang lain secara spontan, kapanpun kesempatannya ada, kita harus memberi rhytm yang baik untuk banyak orang ketika jamming. Sekedar contoh, silakan cek video dokumentasi pribadi, bermusik spontan di Kampring Jamming😉 Bermain bersama musisi lain untuk membentuk suatu groove adalah kemampuan yang amat penting, dan ini akan membuat kita menjadi musisi yang jauh lebih berguna daripada sekedar musisi yang hanya bisa tampil solo. Dan tidak seperti metronome, musisi akan bermain sedikit lebih fleksibel, sedikit cepat pada bagian – bagian musik yang menyenangkan dan sedikit lebih pelan saat kelelahan, dll. Groove musisi ini memang sedikit berbeda dibanding alat mekanis dalam hal kualitas, tetapi walaupun kualitas ini secara teknis kurang sempurna dibandingkan ketukan dari alat mekanis, tapi groove musisi akan menambahkan sentuhan manusia yang benar – benar dibutuhkan oleh sebuah musik.

Untuk menekankan pentingnya sentuhan manusia, silakan luangkan sedikit waktu untuk memikirkan tentang evolusi dari musik yang terbuat dengan dari sequencer dan komputer. Ketika pertama kali dikeluarkannya alat yang sering disebut Drum Machine, tujuan utamanya adalah kemampuannya untuk bermain sempurna tepat waktu [selain sebagai alat yang menarik yang memberikan kita pilihan untuk tidak perlu membayar seorang drummer tetapi tetap bisa bermusik dengan sebuah set drum track]. Apapun yang kita program pada alat ini bisa dilakukan quantize, sehingga setiap bagian dapat dibunyikan ditempat yang pas secara matematis. Ini adalah suatu hal yang cukup berperan dalam pengembangan suatu wilayah musik tertentu. Misalnya, tanpa dikenalkannya Roland drum machines seperti seri 808, 909 atau Dr. Rhythm Drum, mungkin musik – musik dance sekarang ini akan terdengar jauh berbeda. Dan tentu saja tidak ada orang yang benar – benar bisa dikelabui dan berpikir bahwa alat ini dapat berbunyi seperti drummer yang asli.

Pada kenyataanya, seringkali sedikit ketidak-akuratan akan membuat sebuah lagu terdengar bagus, dan hal ini telah mempengaruhi pertimbangan dalam pengembangan teknologi pada dunia musik. Misalnya pada tahun ’80an, terdapat sebuah drum machine yang menggunakan fitur ‘Human Feel‘. Ide dasar dari alat ini adalah untuk memprogramnya dengan setajam dan seakuran mungkin, lalu menyuruh alat ini untuk melakukan sedikit kesalahan darinya, seperti membuat snare drum untuk dipukul sedikit lebih lambat daripada sebelumnya yang tepat dan kaku, atau melakukan quantize pada hi-hat dengan sekian persentase. Ini mungkin bukan terdengar seperti ide yang terlalu bagus sih :p [Kalau dikenalkan sebuah mobil dengan fitur sentuhan manusia, dengan system rem yang bisa diatur untuk hanya berfungsi 90 % untuk meningkatkan kenikmatan berkendara, dijamin masyarakat tidak akan merespon bagus. Hahahaha], tetapi dibidang musik, melakukan pemrograman pada drum machine ini ternyata cukup diterima. Ini juga mungkin sekaligus sebagai alasan mengapa lagu – lagu demo yang telah diprogram dari pabrik yang terdapat pada kebanyakan kibor dirumah – rumah terdengar amat tidak masuk akal dan sama sekali tidak musical, sebabnya sederhana, karena semuanya terdengar terlalu sempurna!!!

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s