Menggunakan Metronome bagian 2

Posted on Updated on

watchman-main_FullBanyak hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan dengan metronome. Sebenarnya pada statistik yang lebih detail, sebagian besar not yang kita mainkan itu akan sedikit terlambat jika kita benar – benar mau mengeksplor secara detil pada sequencer komputer saat kita melakukan rekaman. Kesimpulan dari beberapa pemeriksaan detail, kita akan mendapati keterlambatan sekitar 5/96 ketuk pada medium tempo [tentu angka yang amat kecil untuk terdengar jelas, tapi statistik ini amat jelas pada sequencer komputer, dan besarnya juga dipengaruhi oleh tingkat latency/keterlambatan rekam dari system sequencer komputer kita. Contoh yang dipaparkan disini diasumsikan system sequencer kita benar – benar zero latency/merekam seketika tanpa jeda sedikitpun]. Pada eksplorasi lebih jauh, kita akan menemukan sedikit variasi pada tingkat keterlambatan ini, misalnya 4/96, 5/96, 5/96, 4/96, 5/96, 6/96, 5/96 ketuk dan seterusnya secara berurutan. Dari fakta ini bisa disimpulkan, keterlambatan yang  mempunya nilai besaran yang tidak jauh beda ini mempunyai suatu alasan. Dan ketika keterlambatan ini dikoreksi dan ditempatkan tepat bersamaan dengan ketukan, maka hasilnya akan terdengar lebih kaku, dan aneh. Silakan cek Sentuhan Manusia bagian 2.

Kalau kita penasaran dengan hal ini, kita mungkin bisa mencoba melakukan beberapa eksperimen. Misalnya, pertama, kita bisa mencoba melakukan pola ritmis Motown, suatu teknik yang sederhana dan efektif yang hanya bermain pada ketukan ke 2 dan ke 4, membunyikan akord pada senar – senar tinggi sesaat saja dan segera meredamnya. Tetaplah bermain sederhana dan santai, lalu misalnya kita akan membatasi dengan hanya membunyikan akord A pada ketukan ke 2 dan akord D pada ketukan ke 4. Lalu setelah itu nyalakan metronome kita dan diatur pada tempo medium, mainkan pola ritmis ini untuk sepanjang beberapa bar, berusaha untuk benar – benar bareng dengan tempo dan mainkan akordnya seakurat mungkin.

Nah, untuk bagian ‘manusia’nya. Ketika kita sudah terbiasa dengan pola ritmisnya, silakan rasakan pola itu dalam bentuk ekspresi. Apakah itu ekspresi santai atau terasa seperti groove yang membuat semangat? Apakah kita akan menambahkan sedikit energi pada pola ritmis ini? Apakah pola ini terdengar menyenangkan atau membosankan? Apakah kita terdengar seperti sedang berusaha bermain suatu pola yang lain? Dengan mempertanyakan hal ini, kita bisa mengubah feel dari pola ini tanpa mengubah kecepatan dari ketukan atau terseret keluar tempo. Silakan coba bermain untuk terdengar seperti terburu – buru, dan ketika semakin kita menekan maju tempo permainan kita, kita bisa juga kembali pada tempo yang tepat dengan mengekspresikan permainan yang terdengar seperti malas – malasan dan mengantuk :p Ini adalah salah satu dari dasar dalam bermain gitar. Kita dapat mengganti – ganti cara kita bermain untuk dapat mengekspresikan berbagai macam mood dan feeling, tanpa mengubah ketukan pada metronome.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s