Menggunakan Metronome bagian 3

Posted on Updated on

mood_beams_3
Mood

Kalau kita mencoba menerapkan contoh – contoh artikel sebelumnya dengan teratur [amat sangat dianjutkan untuk mencobanya, walaupun seandainya hal itu terdengar cukup unik bagi sebagian teman – teman], apa yang akan kita temukan dari eksperimen ini? Cara paling umum dan mudah untuk mengganti feeling dan mood dari permainan kita mungkin adalah dengan pendekatan permainan dengan memainkan semuanya lebih keras atau pelan, kecuali kita menggunakan taktik tidak jujur dengan menambahkan not – not tertentu dalam bagian yang kita mainkan. Ada sedikit ide lain untuk dieksplorasi dalam topik ini : Bagaimanakah cara kita menentukan suatu akord tepat berbunyi bersamaan dengan sebuah ketukan? Mau bagaimanapun kita melakukan staccato, secepat apapun strumming kita, kita tidak dapat memainkan not – not dalam akord dengan bersamaan, tentu saja tidak dengan sebuah pick😉 Kalau kita menggunakan downstrokes, ini adalah faktor bawaan dari teknik strumming yang membuat not – not rendah berbunyi sedikit lebih awal daripada not – not yang lebih tinggi. Tidak banyak yang bisa kita lakukan disini, tetapi hal ini sekaligus mengundang pertanyaan. Not apakah yang berada di dalam akord yang ingin kita bunyikan bersamaan dengan bunyi ketukan? Untuk menjawabnya, kita bisa melatih dengan groove yang sederhana, pertama, berusaha fokus pada not pertama dalam akord untuk berbunyi tepat bersamaan dengan ketukan metronome, lalu, fokus pada not terakhir dalam akord untuk berbunyi tepat bersamaan dengan ketukan metronome.

Dari eksperimen itu, kita akan mendapatkan dua feel dan mood yang amat berbeda. Yang pertama akan terdengar seperti malas – malasan dan terlambat, dan yang kedua akan terdengar terlalu bersemangat dan terburu – buru. Dan kalau kita merekam kedua feel dari groove tadi itu, kita akan mendapati pada sequencer bahwa keduanya tidak keluar tempo, tapi lebih pada pilihan : Apakah satu versi terdengar lebih baik dari yang lain? Apakah yang kita ingin mainkan terdapat pada diantara kedua versi tadi? Bagaimana kalau kita bereksperimen pada kedua groove tadi dengan kecepatan strumming yang lebih cepat atau lambat?

Contoh diatas memang cukup aneh tapi semoga tetap menarik untuk dipelajari, sebagai gambaran dari materi musik yang sering kita dengar sebagai ‘bermain di depan atau di belakang beat‘. Hal ini membuat kita mempunyai banyak pilihan untuk bermain sesuai tempo, baik dalam bermain akord atau melody, masing – masing berperan dengan berbeda pada keseluruhan feel dari musik yang kita mainkan. Sebagai contoh, silakan dengarkan album Miles Davis yang berjudul Kind Of Blue. Timing dari kebanyakan solo trumpetnya terdengar malas – malasan, beberapa diantaranya malah dimainkan dengan sangat terlambat sehingga terdengar hampir salah dan keluar tempo. Tapi kesan keseluruhan adalah orang ini jelas cool cat yang tahu apa yang dia mainkan, dan permainannya yang terdengar lambat itu jelas disebabkan karena apa yang dia rasakan dan harus dibunyikan memang dengan cara yang seperti itu, bukan karena kelemahan pada teknik bermainnya.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s