Kecepatan Dan Akurasi bagian 1

Posted on Updated on

Frank Gambale

Seringkali, ketika teman – teman yang datang untuk belajar gitar, mereka menanyakan tentang sesuatu seperti harapan untuk bisa memainkan suatu riff atau licks dengan gerakan jari – jari  dan picking yang cepat. Saya bisa bermain dengan cepat, dan bisa menunjukkan serta mengajarkannya, tetapi tentu dengan melihat seberapa banyak not yang bisa kita mainkan dalam sebuah bar bukanlah tujuan kita dalam bermusik, walaupun memang hal ini ada tingkat apresiasinya sendiri. Semua orang kadang – kadang ingin memainkan hal – hal yang secara teknis belum bisa mereka mainkan saat itu, dan menganggapnya karena jari – jarinya tidak bisa bergerak cukup cepat.

Faktanya, pemain yang bermain secara teknis dengan cepat tidak lah menggerakan jari – jarinya lebih cepat dari pemain lain, mereka malah lebih sedikit menggerakkan jari – jarinya. Proses dari melatih licks secara berulang – ulang pertama – tama mengajarkan pada jari – jari kita jalur – jalur pergerakan dari jari – jari dan berbagai macam variasinya. Kedua, latihan itu mengajarkan tentang urutan jari dan berbagai macam kombinasinya. Dan yang terakhir, latihan itu mengajarkan pada jari – jari bagaimana melakukan licks yang sama dengan lebih efisien dan efektif. Kalau kita sedang mempelajari suatu licks atau teknik baru dan kita telah sampai pada suatu tingkat dimana kita bisa hampir selalu berhasil melakukannya, tapi kita masih belum cukup merasa nyaman ketika melakukannya, maka analisisnya adalah, kemungkinan besar jari – jari kita telah bergerak dengan benar, tetapi masih ada gerakan yang bisa dibilang sia – sia [kurang efisien dan efektif].

Untuk membuktikannya, mari kita lihat video permainan dari seorang gitaris yang dikenal mempunyai teknik bagus, misalnya Frank Gambale, lalu silahkan bagaimana jari – jarinya bergerak. Kita akan segera tahu kalau jari – jari dari tangan frettingnya secara tetap berada dekat diatas para senar, sehingga ketika dibutuhkan untuk melakukan fretting, mereka bisa segera melakukannya dengan segera, efektif dan efisien, dengan hanya gerakan beberapa milimeter saja. Hal ini umumnya membutuhkan lebih sedikit kalori daripada gerakan posisi jari yang kurang kurang efisien, dan lebih sedikit delay [hampir instant]. Tentu saja akan selalu ada jarak waktu antara ketika otak kita menyuruh jari kita untuk membunyikan suatu not sampai pada waktu dimana not itu terdengar dari ampli. Jika kita bisa menekan gerakan yang dibutuhkan untuk bermain gitar dengan minimal, kita juga bisa menekan tingkat delay antara otak dan jari dengan minimal, dan hasilnya kita bisa bermain dengan teknik yang lebih bersih dan timing yang lebih akurat.

Previous | Next

10 thoughts on “Kecepatan Dan Akurasi bagian 1

    farhan said:
    Desember 2, 2009 pukul 6:22 pm

    wah…. asik bos artikelnya! thanks bgt!

      Dito Musicman said:
      Desember 3, 2009 pukul 6:50 am

      Yoi man, sama2😀

      Silakan baca2 juga artikel lainnya😉

    doell's said:
    Desember 11, 2009 pukul 7:46 pm

    asik nih artikel’y..!
    klo bisa, tambahin artikel tentang pentatonic donk..!
    thx yps..

      ditomusicman said:
      Desember 14, 2009 pukul 12:50 pm

      Segera boss, sarannya ditampung, thanx udah berkunjung, silakan baca2 artikel yang lainnya juga, semoga bermanfaat😉

    ipank said:
    Desember 16, 2009 pukul 11:25 pm

    preenddd , kmu luarbiasa jadi master tapi harus dibuktikan dengan kami di semarang…..kapan ke semarang, kita ngejammm…..

      ditomusicman said:
      Desember 17, 2009 pukul 1:52 pm

      Hahahaha, Om Ipank si Paul Gilberto, kumaha damang?

      Iya nih gw sekarang lagi terdampar di Bandung gara – gara music development, gimana kabar temen – temen di Semarang dan senior gitaris kaya Kinwie, Komplong – Kimpling dll? Pengen sih menclok kesana buat kulakan bandeng presto n lumpia, tapi apa bolah buat, kegiatan disini seabrek man, klo sempet mampirlah kesini, dijamin vvveeerrrryyy musical here😉

      O Iya, si Gendut Tyar make FB juga nggak?😀

    ipank said:
    Desember 17, 2009 pukul 2:16 pm

    walahhh aku bolak balik bandung akang……kasi no hp loe tar tak mampir..khusus buat ngejam ma old friend….master complonk dan cimplink masih exist….coba cari fbnya twin demon…..tiar saiki wes dadi hentai…..bro lo tau temen kita agus jenggot, sekarang dah jadi artis, lagi penggarapan video klip………kang loe ada pgm japan gak? gitarmu opo saiki?….

      ditomusicman said:
      Desember 17, 2009 pukul 3:00 pm

      Silakan 085659000759, call me anytime man😉

      Selamat tuk Agus Jenggot meramaikan dunia musik Indonesia, hahahaha, titip salam tuk beliau man😀

      Gw sekarang make Schecter saja kok, cukup sesuai n fleksibel untuk berbagai keperluan.

      Ok kutunggu kunjunganmu man, nitip Lumpia n Bandeng Presto dong :p

    Edoh said:
    Agustus 16, 2011 pukul 12:48 pm

    Artikelny Bgus2 nih …,

    tanya mas, teknik membuat riff itu beda y ama mbuat lick? kok mbuat riff rasax lbh susah…,

    o, iy dtunggu postingan selanjutny…,
    salam

    n.n

      ditomusicman said:
      Agustus 17, 2011 pukul 4:13 am

      Thanx Mr. Edo.

      BTW, walaupun riff dan licks sama2 berpola, tetapi riff cenderung dimainkan untuk mengiringi, dan biasanya terdiri dari deretan 2 not atau lebih yang dimainkan bersamaan [bukan single line], sementara licks cenderung dimainkan sebagai solo dan tema melodi yang cenderung berbentuk jalur tunggal [single line].

      Masing2 punya tingkat kesulitannya sendiri2 sih..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s