Dinamika bagian 3

Posted on Updated on

Distorsi : Kompresi mengurangi dinamika

Ada daerah lain pada bahasan dinamika yang perlu ikut kita pertimbangkan untuk kita kuasai : Bermain dengan intensif dan secara bertahap meningkatkan volume seiring permainan kita. Teknik ini kita kenal sebagai kresendo [crescendo] dan dalam notasi musik dituliskan dengan simbol < [dengan garis yang relatif lebih panjang]. Silakan coba mainkan sebuah not secara berulang – ulang dalam rhythm 1/8, dimulai dengan not yang paling pelan dan secara bertahap menaikan volume sampai yang terkencang. Lalu silakan bereksperimen dengan melakukan sebuah tes sederhana untuk menganalisis kemampuan dinamik kita, misalnya, bisakah kita melakukannya dengan baik selama 2 bar? Atau 16 bar? Seberapa halus perubahan volumenya? Ini adalah teknik yang sering kali dilupakan oleh teman – teman gitaris yang amat disayangkan, mengingat teknik kresendo secara bertahap akan membuat sebuah efek yang sangat dramatis dalam sebuah musik. Dan hal serupa juga pada teknik kebalikan kresendo, dekresendo [decrescendo] yang seringkali dituliskan dengan simbol > [dengan garis yang relatif lebih panjang] dalam notasi musik, dan memberikan kesan efek suara yang menghilang [fade out].

Konsep ini juga berlaku pada hal yang sedikit berbeda dengan skala yang lebih besar. Ketika sebuah band harus bermain 2 x 2 jam, kita harus mengatur susunan urutan lagu agar dinamika dalam pertunjukan itu lebih menarik. Pada umumnya, para pendengar akan lebih menginginkan lagu – lagu yang lebih tenang berada pada pertengahan pertunjukan, dan klimaks yang meriah di akhir pertunjukan. Kebanyakan band – band professional cukup membutuhkan waktu untuk mendiskusikan hal ini, mereka tahu kalau nuansa lagu akan lebih terasa kalau disusun dengan tepat dalam pertunjukan.

Kalau kita seringkali bermain menggunakan banyak distorsi, kita mungkin akan kehilangan ide – ide tentang dinamika – dinamika secara teknis, mengingat ada beberapa hal yang berhubungan dengan dinamika tidak bisa dilakukan dengan banyak distorsi. Memang benar kalau penggunaan overdrive dengan kadar yang banyak akan membuat dinamika sound terkompres, not terpelan dan terkencang kita akan berbunyi kurang lebih relatif tidak jauh berbeda dalam hal volume. Tetapi kalau kita perhatikan lebih detail lagi, perbedaan itu terletak pada perubahan tone nya ketika kita memainkannya dengan melakukan picking lebih keras. Semakin keras picking kita, semakin banyak frekuensi tinggi yang muncul dan keseluruhan tone akan lebih menonjol. Dinamika didalam distorsi ini mempunyai karakter yang sedikit lebih berbeda daripada bahasan sebelumnya, lebih kepada perubahan warna tone dan sementara tingkat kekencangan bunyi [volume] nya relatif tetap sama.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s