Kebebasan Jari – Jari bagian 1

Posted on Updated on

Gary Moore : Fingering yang fleksibel

Berapa banyak persentase dari pemain gitar yang menggunakan keseluruhan 4 jari dalam permainannya? Atau bahkan 5 jari? Kebanyakan teman – teman cenderung melupakan peran jari kelingking terutama pada pemain – pemain yang mengandalkan standar pentatonik dan blues licks, karena kebanyakan metode fingering pada tuning standar membuatnya memang hanya membutuhkan 3 jari per senar [three notes per strings]. Hal ini membuat teman – teman yang baru belajar lick blues – rock terdengar typical. Akan lebih baik untuk semua pemain gitar kalo menyadari bahwa dengan mengikut sertakan jari kelingking dalam permainan kita pasti akan membuka banyak peluang – peluang baru dalam mengembangkat teknik lebih lanjut. Lebih banyak, lebih baik.

Robben Ford adalah salah satu pemain yang menekankan pentingnya jari kelingking. Beliau melatih jari kelingkingnya semaksimal mungkin agar bisa berfungsi sama seperti jari – jari lainnya. Kalau kita melihat pertunjukannya secara langsung, kita akan menyadari bahwa permainannya lebih mengandalkan jari telunjuk dan kelingking untuk melakukan fretting. Beliau menggunakan jari kelingkingnya sedemikian rupa sampai kita bisa beranggapan kalau beliau lupa cara memakai jari yang berada di tengah. Hahahaha. Kita mungkin juga akan beranggapan bahwa tidak banyak yang bisa kita lakukan dengan pendekatan fingering dengan cara demikian, tapi hal ini setidaknya memperlihatkan pada kita semua bagaimana pentingnya peran jari kelingking ketika diikutsertakan dalam permainan kita.

Melihat permainan Gary Moore juga cukup jadi bahasan yang bagus dalam topik ini. Beliau memainkan bagian gitar pada komposisi Andrew Lloyd Webber, dan membuat album heavy metal pada tahun ’80an yang banyak berisi jalur solo scalar yang di picking dengan cepat, yang jelas sekali beliau membutuhkan keempat jarinya untuk memainkan itu semua. Di sisi lain, ketika beliau bermain pada tema yang cenderung pada permainan blues yang menekankan pada permainan licks pentatonik, beliau seringkali hanya menggunakan jari telunjuk dan jari manis saja, beberapa kali menggunakan kelingking hanya di beberapa kesempatan, tapi lebih terlihat seperti ‘jari cadangan’.

Apakah Gary Moore adalah contoh gitaris yang tidak konsisten? Mengapa beliau mengembangkan teknik menggunakan keempat jarinya lalu tidak memakainya? Ini adalah pertanyaan yang muncul dulu pertama kali ketika saya sedang banyak menganalisa permainan para virtuoso. Lalu jawabannya segera datang seiring waktu dan kehidupan musical yang semakin berkembang.Salah satu alasan utama untuk kita tetap fleksibel dalam melakukan fingering adalah perbedaan pendekatan dalam bermain untuk bermacam – macam gaya. Kalau kita mendengarkan album seperti Still Got The Blues, kita akan mendengar bagaimana besarnya sound Gary Moore. Beliau menggunakan senar berukuran besar dengan action cukup tinggi, seperti kebanyakan pemain yang mencari tone yang fat dan bluesy. Melakukan bending senar dalam setting gitar seperti ini bisa amat susah dan cukup menyakitkan, serta menambah resiko teknik hammer yang tidak dapat mendapatkan hasil volume yang diinginkan, jadi kemungkinan besar beliau menggunakan jari yang cukup kuat dan bisa diandalkan untuk mendapatkan tone yang diinginkan. Kalau beliau harus memainkan jalur solo seperti ‘Flight Of The Bumblebee’ pasti beliau akan memakai semua keempat jarinya.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s