Apa Yang Dipikirkan Ketika Melakukan Improvisasi? bagian 1

Posted on Updated on

Mike Stern (Gitar) "Life is A Lot Like Jazz... It's Best When You Improvise"

Mungkin ini adalah satu pertanyaan yang paling klasik dari kebanyakan teman – teman termasuk saya dulu ketika mulai belajar improvisasi. Tetapi, entah kenapa pada waktu itu hampir semua jawaban dari para Improviser hebat baik lokal maupun tingkat dunia seringkali terasa cukup mengecewakan. Hampir semua dari mereka mengatakan ‘Saya tidak berpikir apa – apa’, atau ‘Saya hanya mendengarkan musiknya, lalu tiba – tiba saja semuanya terjadi’ atau ‘Mainkan saja dan ekspresikan perasaanmu saat itu dalam tekstur musiknya’. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah dipahami bagi teman – teman yang saat itu baru mulai masuk dalam dunia improvisasi.

Sebenarnya, para Improviser hebat itu tidak berbohong, pelit ilmu atau berusaha menutupi dan tidak mau membagi rahasia dan tips nya. Mereka memang tidak menganalisa saat bermain. Mereka hanya menganalisa saat belajar dan berlatih, dan beberapa dari Improviser hebat mengaku mereka bahkan tidak melakukan latihan apapun untuk memainkan improvisasi yang begitu hebat [Hal ini jelas tidak akan dibahas, karena sesuatu yang berhubungan langsung dengan kemampuan yang murni diperoleh dari bakat itu adalah pengecualian dan tidak bisa diajarkan kepada orang banyak]. Sebagian besar Improviser hebat adalah hasil dari melakukan latihan hebat dengan waktu yang sama hebatnya pula. Mereka melakukan semuanya ini agar ketika tiba waktu bermain, improvisasi itu telah ada didalam diri mereka dan siap dipanggil dengan karakter yang unik dan spesifik.

Banyak sekali metode improvisasi yang tersedia saat ini dengan berbagai macam pendekatan. Masing – masing punya keunikannya sendiri – sendiri, dan tidak ada satu metode yang paling baku dalam topik ini. Banyak gaya musik yang bisa dipelajari, dari yang umum seperti blues, jazz, rock, metal, sampai dengan yang eksotik seperti musik etnik suatu daerah. Mempelajari semuanya semampu kita memang amat disarankan untuk mengeluarkan karakter dan gaya personal kita, tetapi seringkali masalah utamanya diantaranya adalah kita tidak punya waktu yang cukup untuk mempelajarinya [mungkin bahkan malah tidak tahu alasan kenapa harus mempelajarinya :p]. Dan tentu saja ada beberapa metode yang menjanjikan jalan pintas [seperti misalnya mahir improvisasi dalam  seminggu :p], tetapi tanpa sumber materi yang cukup [dan waktu yang cukup untuk memahami dan menyerap semua informasi itu], metode ini maksimal mungkin hanya akan berhasil membuat kita menjadi improviser kelas kelurahan di acara Agustusan :p [buat teman – teman yang penasaran, mau koleksi atau kalau memang belum bisa mendapatkan sumber materi yang lebih baik, materi jalan pintas ini layak untuk dibaca – baca dan dipelajari kok, jangan khawatir soal improviser kelas Agustusan, itu termasuk awal karir yang cukup ok ;)]

Dan walaupun demikian, saya pribadi juga kurang sependapat dengan pendapat ‘No Pain, No Gain’. Karena kalau pain, berarti tidak fun, dan kalau tidak fun berarti tidak musical😀 Kemajuan maksimal dalam bermain dan berkarir musik, secara efektif dan efisien bisa didapatkan dengan konsep perspektif dan paradigma tentang belajar, berlatih dan bermain musik yang baik dan benar😉

Previous | Next

2 thoughts on “Apa Yang Dipikirkan Ketika Melakukan Improvisasi? bagian 1

    luthfi said:
    April 14, 2010 pukul 2:23 pm

    Excellent Mas !! Improvisasi yang sesungguhnya menurut John McLaughlin pun adalah untuk tidak memikirkan apapun selain bermain musik itu sendiri….Dan pesan dari Miles Davis yg membuatnya menjadi gitaris besar adalah “play like you don’t know how to play guitar!”. Berbanding terbalik dengan saat kita practice,…segenap pikiran-perasaan kita didedikasikan untuk improvement dalam hal skill, musikalitas, dan pengetahuan itu sendiri. Antara full mind dan no mind kali ya?? Bisa diibaratkan improvisasi itu orang yang ngomong di depan umum ceplas-ceplos, dan sedangkan practice itu diibaratkan orang yang sedang latihan ngomong di depan kaca..hehehee

      ditomusicman said:
      April 17, 2010 pukul 11:29 am

      Ya mungkin kurang lebih nya begitu deh😉

      Thanx udah mampir bro, klo pas lagi nyantai silakan baca2 artikel laen dan bebas menambahkan hal2 yang dipandang masih dianggap kurang serta ide2 pendekatan laen😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s