Apa Yang Dipikirkan Ketika Melakukan Improvisasi? bagian 2 [Metode Pentatonik & CAGED Fingering System]

Posted on Updated on

Greg Howe, improviser hebat dengan pendekatan utama sistem skalar

Sebagian besar dari teman – teman pemain gitar terutama yang mempunyai latar blues – rock pertama kali akan mencoba menggunakan pendekatan metode solusi skala all in one untuk bermain jalur tunggal improvisasi melodi, yaitu pentatonik. Ya, memang betul, skala ini, dalam hampir di semua situasi lagu dengan dasar blues sampai rock [dan bahkan beberapa sebagian lainnya] kemungkinan besar akan berhasil diterapkan, sehingga membuat kita merasa improvisasi itu awalnya memang semudah phrasing dan fingering di skala pentatonik. Ini memang metode awal yang baik untuk memulai menyatukan antara tangan dan pikiran, untuk memainkan apa yang ingin kita mainkan [jangan biarkan keterbatasan kemampuan jari mendikte permainan kita, kita yang seharusnya melatih jari sampai mereka 100% bisa menuruti apa yang kita inginkan. Itulah alasan utama kenapa kita harus berlatih teknik. Silakan cek Kebebasan Jari – Jari bagian 1].

Umumnya buku teori fingering dan improvisasi yang beredar dipasaran dan diajarkan di sekolah – sekolah dikembangkan dari metode pentatonik ini [kita pasti pernah mendengar 5 posisi utama fingering dalam gitar] dan juga mungkin lebih populer secara luas sebagai CAGED system. CAGED system adalah metode fingering yang bisa digeser dalam peta fretboard [moveable], yang didasarkan pada posisi fingering 5 akord mayor dasar gitar dalam standard tuning[atau transposenya], dengan pendekatan folk [country style] voicing [menggunakan open strings di posisi 1. Soal penjelasan tentang posisi bisa dicek di Kebebasan Jari – Jari bagian 8]. 5 akord mayor dasar yang dimaksud adalah seperti namanya, yaitu C, A, G, E, dan D. Jumlah akord dasar utama dalam gitar tersebut juga berjumlah sama dengan skala pentatonik tadi [5 akord utama dan 5 not pentatonik], dan interval jarak antara C-A-G-E-D adalah sama persis dengan sebuah skala C Major Pentatonic.

Namun demikian, sebagian teman – teman yang telah menguasai dan menggunakan konsep ini kurang paham bagaimana untuk mengembangkannya keluar dari licks yang umum, lalu mengeksplorasi karakter kita sendiri lebih luas dari dasar tersebut. Padahal dari dasar metode pentatonik dan fingering CAGED system ini, pada gitar dengan standard tuning bisa dikembangkan banyak konsep lanjutan sampai dengan teknik variasi comping [iringan] dan improvisasi [soloing], terutama dari sisi kemudahan visualisasi peta fingerboardnya, mulai dari blues scale, fingering arpeggio, tapping, sampai dengan konsep inside-outside, chord melody, dll.

Ada banyak cara untuk membuat kita terdengar segar dan tidak monoton dari metode dasar fingering CAGED system dan pendekatan improvisasi pentatonik ini, rencananya akan sedikit dibahas pada kesempatan mendatang.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s