Pengembangan Skalar Dari Pentatonic bagian 1

Posted on Updated on

5 Posisi Pentatonik. Merah = Minor Root, Biru = Major Root.

Kelima not pentatonik memang cukup bisa diandalkan dalam hampir semua situasi improvisasi. Walaupun skala pentatonik benar – benar sebuah senjata andalan dan teman karib buat para improviser sejak tingkat dasar hingga virtuoso, tetapi kebanyakan hanya para veteran dan virtuoso yang bisa menggunakannya dengan bijak sesuai karakter permainannya masing – masing. Dan sebagian teman – teman yang sedang mendalami improvisasi kebanyakan pernah mencapai suatu tingkat dimana permainannya terasa terlalu bergantung, terperangkap dan terpaku pada acuan positioning dan fingerings dari skala pentatonik tepat seperti yang tertera di text book yang banyak beredar, lalu kemudian improvisasinya mulai terdengar kaku dan membosankan. Hal ini tentu akan membatasi ruang gerak paradigma kita dalam improvisasi. Teori dan acuan di dunia musik tidaklah berlaku seperti hukum dalam kehidupan bernegara. Kita harus membuat setiap informasi musical yang kita terima bisa kita terapkan secara personal dan menambahkan karakter yang spesifik dalam gaya permainan kita.

Hampir semua improviser mengetahui dan menggunakan sistem pentatonik, dengan pola fingering kotak – kotaknya [Box Patterns], tetapi para virtuoso tetap bisa terdengar berbeda. Contohnya, antara Paul Gilbert, Steve Vai, John Petrucci, Eric Johnson dan Steve Morse, mereka selalu terdengar beda walaupun sebagian besar improvisasi mereka hampir selalu menggunakan konsep dasar pentatonik. Hal ini bisa dianalisis dengan melihat pendekatannya, dari segi paradigma visualisasi pola pada fretboard, fingerings, phrasing, dll. Nah, yang akan dibahas disini kali ini adalah pendekatan skalar, dengan menambah atau mengubah not – not dari dasar konsep pentatonik [Faktanya, pentatonik itu akan terdengar musical dan lebih personal dengan paradigma ini]

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s