Pengembangan Skalar Dari Pentatonic bagian 2

Posted on Updated on

Posisi 1

Contoh pertama dari konsep mengembangkan fingering skala pentatonic adalah menambahkan sebuah not pada skala pentatonic minor. Not tambahan tersebut berada pada interval b5 dari akar skala [R – b3 – 4 – b5 – 5 – b7]. Keenam not ini lebih dikenal sebagai blues scale [skala blues].

Posisi 2

Kita bisa menganggap grup dari 6 not ini sebagai skala seperti pada umumnya, tetapi hanya dengan memainkannya naik turun seenaknya tidak lantas langsung membuat kita terdengar langsung ‘nge-blues’ :p bahkan ada kemungkinan malah terdengar kurang musical. Cara menggunakan skala ini dengan efektif adalah dengan memperlakukan not b5 dengan berhati – hati. Misalnya kalau kita memainkan berulang – ulang not Eb pada akord Am jelas tidak akan terdengar ok, walaupun terdapat teori tentang sebuah skala yang menyebutkan bahwa not tersebut bagian dari skala yang aplikatif dalam akord tersebut [Kita ‘memang’ bisa memainkan skala A blues pada akord Am].

Posisi 3

Cara teraman untuk memainkan not b5 adalah dengan melihatnya seperti sebagai tambahan hiasan, sebelum memainkan not 5 [Not E pada skala Am] atau not 4 [D]. Kalau kita dapat mengalirkan bunyi tekanan not  b5 pada salah satu not yang stabil disebelahnya, kita akan mendapatkan efek sebuah jalur yang terdengar cukup bluesy.

Posisi 4

Kalau teman – teman cukup baru dalam skala ini, cara termudahnya adalah memainkan pentatonic licks yang sudah hapal seperti biasa, dan sedikit memodifikasinya dengan sesekali menyelipkan not b5 sebelum memainkan not 4 dan not 5. Silahkan dicoba.

Posisi 5

Diagram -diagram disini dibuat untuk membantu teman – teman bereksperiment dengan skala ini, dengan lebar masing – masing posisi sesuai dengan umumnya jangkauan normal dari kebanyakan jari – jari kita : Menambahkan lokasi semua not b5 kepada kelima posisi skala pentatonik minor [Pengembangan Skalar Dari Pentatonic bagian 1] yang telah dikenal banyak orang itu [Tanda R itu kependekan dari ‘Root‘ yang tentunya dimaksudkan sebagai akar kunci yang sedang kita mainkan].

Dalam diagram – diagram ini kita akan menemukan bahwa terdapat not yang sama ditempat yang berbeda, misalnya di posisi 1, not yang sama terdapat pada senar ke 3 dan ke 2 [di fret ke 8 dan ke 4]. Jangan khawatir, diagram ini tidak dibuat untuk melatih skala secara umum, tetapi sebagai pengingat saja dimana lokasi – lokasi not b5 untuk menambahkan rasa blues pada kumpulan licklick pentatonic kita. Tempat yang sesuai untuk melakukan fretting not b5 ini tergantung dari posisi lick dimana dia dimainkan.

Previous | Next

5 thoughts on “Pengembangan Skalar Dari Pentatonic bagian 2

    bagyojose said:
    Juli 15, 2010 pukul 12:30 pm

    asyik tu bisa maen gitar..aku dah lama ga main jd kangen..tapi sayangnya aku ga bisa-bisa. gmn ya biar gitarannya lancar?

      ditomusicman said:
      Juli 17, 2010 pukul 7:47 am

      Mr bagyojose, mungkin komentar anda adalah jawaban dari pertanyaannya sendiri😉

      Sering2 memainkan instrument dan dengan didukung metode latihan yang baik akan memaksimalkan waktu kita untuk menguasai [mastering] instrument tersebut. Keinginan yang kuat untuk maju, disiplin dan lingkungan adalah beberapa faktor yang cukup berperan penting untuk memotivasi kita.

      Terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya, mister, semoga tulisan2 disini bisa bermanfaat😀

      steven n coconutrezz said:
      Mei 16, 2011 pukul 10:10 pm

      senam jari aja
      biar agak lancaran 30 menit cukup

        ditomusicman said:
        Mei 20, 2011 pukul 11:25 pm

        Melatih senam jari secara rutin memang cukup bagus untuk perkembangan teknik bermain, tetapi sayangnya bermain gitar pada umumnya bukan hanya tentang fingering, masih banyak subject yang lain yang mempengaruhi musikalitas seseorang, diantaranya yang paling penting adalah harmony dan tempo😉

        Dengan sering2 bermain otomatis kita akan sering memperoleh konsep pemahaman dan paradigma baru tentang bagaimana seharusnya sebuah harmoni dan tempo musik dimainkan. Kebanyakan para pemain profesional yang otodidak memperoleh kemampuannya dengan konsep learning by doing, yaitu dengan sering2 bermain.

    Doyobagus said:
    Januari 4, 2011 pukul 10:39 pm

    aku main improvisasi pake modes sama harmonic minor belum bisa pentatonic T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s