Pendekatan Terhadap Teori bagian 2

Posted on Updated on

Charlie Parker, improviser yang luar biasa, juga seorang pelanggar aturan

Dalam perjalanan musical kita, seringkali kita akan bertemu dengan teman – teman musisi yang mempertahankan permainan alami mereka yang diperoleh dari belajar secara otodidak [tidak diajari secara langsung oleh orang lain], dan tidak mau untuk ‘belajar dengan cara yang benar’ karena khawatir dengan melakukannya akan membuat luntur gaya yang sangat personal yang telah diperoleh secara otodidak itu, dan membuat mereka khawatir permainannya akan terdengar seperti semua orang yang belajar menggunakan cara baku.

Filosofi ini tentu saja kurang baik untuk kita bila ingin benar – benar mendalami musik, terlebih buat teman – teman yang berprofesi sebagai musisi. Apapun profesi kita, musisi – satpam – pedagang – dokter – politisi – tukang tambal ban – koki dll, mengetahui dengan jelas detil segala sesuatu terhadap bidang yang kita tekuni adalah suatu hal yang selalu baik dan bernilai lebih. Misalnya seorang Steve Vai, entah kita suka permainannya atau tidak, beliau telah berhasil mengembangkan salah satu gaya bermain yang paling inovatif, sangat personal dan istimewa dalam sejarah gitar rock meskipun beliau mengetahui banyak sekali hal tentang teori dan mampu membaca notasi musik dengan lancar, sama sekali tidak membuat permainannya kaku dan sintetis.

Kurang naturalnya permainan teman – teman yang mengikuti metode tertentu dalam belajar gitar sering kali disebabkan karena terlalu bergantung pada teori dan membuatnya memainkan musik dengan analisis, melihatnya sebagai suatu objek dalam sebuah riset. Ketika kita mengetahui suatu aturan dasar dalam bermain musik, tetap saja terserah kita mau mempraktekannya atau tidak pada saat bermain. Mengetahui teori dan semua hal yang kita lakukan bukanlah seperti mengetahui mantera – mantera keramat yang tiba – tiba bisa berpotensi menghancurkan hidup kita dan menyedot spontanitas kita dalam bermain. Haha.. Jangan khawatir, justru sebaliknya, pemahaman musical terhadap konsep – konsep dan hal – hal baru akan meresap kedalam alam bawah sadar kita, dan ketika kita menggunakannya, kita akan menggunakannya secara insting, seperti semua hal yang telah kita kuasai sebelumnya. Singkatnya, kita mungkin sudah sering membaca atau mendengarnya : ‘Learn the rules so we can forget them‘ – pelajarilah aturannya agar kita bisa melupakannya.

Hal yang serupa juga ‘Learn the rules before we can break them’ – pelajarilah aturannya sebelum kita mampu melanggarnya. Ini adalah contoh yang bagus – banyak musisi revolusioner dari JS Bach hingga Charlie Parker menyukai sekali melanggar aturan – aturan baku. Dengan melakukan seperti itu, musik mereka menjadi jauh lebih berwarna dan juga lebih personal, dan kita juga mengetahui bahwa mereka tidak akan bisa melakukannya seandainya mereka sebelumnya tidak mempunyai kemantapan pemahaman terhadap aturan – aturan.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s