Hubungan Akord dan Skala bagian 4 [Tritone]

Posted on Updated on

Interval diminished fifth [atau augmented fourth] juga terkadang disebut dengan beberapa nama lain yang cukup populer, yaitu tritone dan diabolus in musica [the Devil in music]. Tritone adalah interval dari 3 [three] whole tone, atau 6 semitones. Dan istilah diabolus in musica yang berarti ‘Iblis dalam musik’ ini telah digunakan dalam interval sejak sekitar awal abad ke 18. Istilah ini diciptakan oleh pihak Gereja karena beranggapan bahwa interval berjarak persis setengah dari oktaf ini berbunyi kurang religius daripada misalnya interval yang berjarak sepertiga oktaf [major third], dan seperempat oktaf [minor third]. Beberapa pihak mengatakan ini juga berkaitan dengan konsep Holy Trinity, tetapi sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi yang cukup meyakinkan tentang keterkaitan ini. Faktanya, silakan teman – teman mencoba sendiri interval ini, dan memang bunyi yang seperti inilah yang sering kita dengar dalam latar film – film horror yang berhubungan dengan satanisme [terutama ketika adegan memanggil setan ;-)]. Dan ketika kita memang merasakan [maksudnya mendengar dengan rasa] bahwa interval ini terdengar cukup menyeramkan, kita bisa mengerti tujuan pihak Gereja mengeluarkan istilah ini. Walaupun demikian, sekarang ini, entah kebetulan atau tidak, dengan tingkat populasi agnostik yang semakin bertambah, dan semakin berkurangnya nilai – nilai moral dalam masyarakat, musik modern justru banyak menggunakan interval ini [misalnya musik – musik death metal].

Nah cukup segitu dulu serem – sereman nya, kembali ke topik utama. Skala – skala [scales] seringkali dipahami dengan salah sebagai hanya sebuah metode dari latihan teknik. Faktanya, sebuah skala adalah lebih dari sekedar itu. Skala adalah kumpulan not – not yang berbunyi harmonis dengan suatu akord tertentu, atau dengan deretan progresi akord. Kita bebas memainkan not – not nya dengan sembarang urutan, dan kita bisa mengkombinasikan not – not nya untuk membentuk jalur harmoni, atau progresi akord.

Previous | Next

8 thoughts on “Hubungan Akord dan Skala bagian 4 [Tritone]

    The Audience said:
    Januari 6, 2012 pukul 12:44 pm

    Mas/Pak, saya mau tanya, klo harmonisasi untuk hexatonic atau heptatonic (di luar major atau minor scale serta keluarganya) itu gmn? Misalnya untuk exotic scale, dll… Apakah aturan triad pada major dan minor scale itu bisa digunakan??
    Lalu, seperti halnya pada minor scale, yg merupakan relatif dari major scale atau minor pentatonic yg merupakan relatif dari major pentatonic, mengapa minor blues bukan merupakan major blues ya?? Saya agak bingung nih.. Hehe..
    Terimakasih atas penjelasannya..

      ditomusicman said:
      Januari 6, 2012 pukul 11:01 pm

      Heheh, untunglah nggak dipanggil Mbak..

      Secara umum harmoni dari musik modern dengan chromatic tuning, 12 notes per oktav [cek https://ditomusicman.wordpress.com/2010/07/30/exotic-pentatonic-bagian-1/%5D itu menggunakan tumpukan interval ke 3 untuk menyusun harmoni [terciary harmony =do mi sol si re fa la dengan berbagai macam accidental untuk menentukan nuansa] dan tumpukan interval ke 4 [quartal harmony, untuk minor = 1 – 4 – b7 – b3 dan untuk mayor = 3 – 6 – 9 – 5 – 1].

      Untuk exotic scales, agar mereka benar2 otentik [umumnya berasal dari suatu daerah & kebudayaan] mereka punya system harmony nya tersendiri [termasuk blues yang semua akordnya dominant ;-)]. Tapi kebanyakan orang lebih sering mendapat informasi berupa potongan skalanya saja dan tetap menggunakannya di situasi harmony musik modern [tentu saja terkecuali blues].

      Contoh harmony modern dengan exotic scale Jepang silakan cek : http://youtu.be/wu0aoxdTeaM

      Untuk hubungan relatif minor – major blues scale tetep berlaku kok, misalnya A blues scale = A C D Eb E G, relative dengan C blues scale = C D Eb E G A😉

      Semoga bisa sedikit membantu😀

    The Audience said:
    Januari 7, 2012 pukul 1:41 pm

    Hehe.. mau tanya lagi, untuk yg blues scale, saya pernah baca dari beberapa referensi, terbagi jadi 2, blues major dan blues minor, yg saya tanyakan kok, ke-2 blues scale itu gak relatif ya? beda dgn major pentatonic yg relatif ke minor pentatonic. klo yg Mas/Bapak kasih di atas, itu kan sama2 di blues minor scale..

    Btw, waduh, blm ngerti yg tntang harmonisasinya… otaknya blm sampe nih Mas/Pak, klo soal tumpukan interval.. Maklum, otodidak.. hahaha… Sepanjang yg saya pelajari, yg menentukan chord itu bernuansa minor dan major itu kan kualitas 3rd-nya.. sedang bwt yg dominant, kualitas 7th-nya jg diperhitungkan. Klo melihat penjelasan Mas/Bapak, yg td saya tulis, termasuk yg Terciary harmony, nah yg Quartal harmony saya baru dnger nih, tp kyanya itu harmonisasi di suspended chord ya (untuk minor) dan yg major, kyanya itu chord Maj6add9 ya??

    Apakah itu berarti exotic scale tdk terikat aturan yg terciary harmony?? Hmm… Klo yg Kumoi itu kan msh masuk ke pentatonic, seperti halnya pentatonic sunda, lalu bagaimana yg hexatonic dan heptatonic lainnya, misal, hungarian minor, enigmatic gtu?

    Maaf Mas/Pak, jd banyak tanya nih, yah hitung2 konsultasi gratis.. Hehe.. Terimaasih banyak…

      ditomusicman said:
      Januari 7, 2012 pukul 3:49 pm

      Haha, bisa aja nih ngerjainnya nak..😛

      Don wori, ni dicoba bantu sebisanya..

      Secara rangka,
      Pan blues minor scale formulanya 1 – b3 – 4 – b5 – 5 – b7
      Lalu blues major scale formulanya 1 – 2 – b3 – 3 – 5 – 6
      Keduanya pada root A minor dan C major akan menghasilkan not A – C – D – Eb – E – G dan C – D – Eb – E – G – A. Sama saja, mereka relatif tergantung kita mulai dari mana, kalo dari A kita dapat minor 3rd, dan dari C kita dapat 2 buah 3rd, satu major dan 1 minor. Dari perbandingan keduanya, kita bisa ambil kesimpulan kalo blues tidak meninggalkan minor 3rd nya walaupun pada tonality mayor😉 Mungkinkah ini “alhamdulillah sesuatu”? Hanya Tuhan dan para musikolog yang tau😛

      Well, kecuali kalo kita menganut formula blues major = blues minor + maj 3rd + maj 6th, alias 1 – b3 – 3 – 4 – b5 – 5 – 6 – b7. Kita bisa dapat 8 not ini pada key C = C – Eb – E – F – Gb – G – A -Bb, sepintas terlihat seperti dominant [mixolydian] dengan passing notes [or kalo mo bener2 tepat, kita bisa seenak jidat bilang mixolydian #2 add b5 :-P]. Formula ini cenderung mencampurkan tonality major dan minor blues, cukup efektif dimainkan di blues progression yang akordnya dominant semua.

      Kayanya mindset ini pernah dicoba untuk bikin sample blues, silakan cek : http://youtu.be/cm84ZgFyJ4Y

      Untuk quartal harmony memang betul, minornya min7sus dan majornya Maj6/9.

      Untuk exotic scale, jawaban singkatnya = ya, terutama aplikasi terciary harmony. Pembentukan akord dengan exotic scale bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dibilang “exotic chords” juga, misalnya pada hexatonic : whole tone scale yang gampil karena simetris itu, akord yang bisa di bentuk dari tiap not dalam scale hanyalah Aug, 7#5, 9#5, dan #11#5. Btw, blues scale juga kalo dihitung angka termasuk hexatonik juga ya.. Kalo contoh heptatonic exotic scale misalnya yang paling gampil : harmonic minor. Dari scale itu kita bisa membuat akord min[maj7], Maj7#5, min#11, 7[b9] dll.

    The Audience said:
    Januari 8, 2012 pukul 12:43 pm

    Haha.. ternyata di situ bedanya Mas/Pak… Interval… Klo yg saya dpt bgini (langsung ke contoh ya)
    A Blues Minor: A-C-D-Db-E-G (Minor Pentatonic + Blue Note)
    C Blues Major: C-Eb-F-Gb-G-A
    Ini nih, yg saya maksud, kenapa Blues Major dan Blues Minor tdk relatif… Hehe…
    Hmm… Klo Major dan Minor Scale dan keluarganya (yg Natural, Harmonic dan Melodic) “Alhamdulillah, sol sepatu… eh, sesuatu…”… hahaha… Itu udah agak mengerti Mas/Pak, karena saya kan belajarnya itu duluan..
    Terima kasih atas penjelasannya Mas/Pak.. Maaf, jd ngerepotin.. yah maklum, pemula yg haus informasi

      ditomusicman said:
      Januari 9, 2012 pukul 1:02 pm

      Heheh, don wori Nak..

      Wow, informasi baru nih. Saya jadi rada penasaran sumber informasi formula blues major tanpa major 3rd seperti itu. Kalo ada sumbernya tlng disertakan disini tuk jadi materi diskusi😉

      Versi fatwa lainnya tentang blues scale adalah, doi skala independen yang tidak punya hubungan relative [seperti hubungan major – minor, jadi dalam fatwa ini tidak ada blues minor dan blues major, doi pasti minor, walaupun bisa dipake di major tonality, tetap saja cuman blues scale dengan tambahan not supaya fit-in]. Fatwa blues scale sebagai skala independen ini membuatnya menjadi satu kelompok dengan skala lain seperti harmonik & melodik minor, mereka adalah minor scale, dipake untuk minor tonality.

      Atau bisa jadi mungkin ini hanyalah nama2 yang berbeda untuk sebuah hal yang terdengar relatif sama or setidaknya mirip. Blues lahir tanpa latar belakang teori, sementara kita menggunakan western system untuk mendeskripsikannya. Kalo berdasarkan western system, untuk blues dengan dominant tonality, almost skala apapun bisa masuk tergantung pemahaman konsep tension – release.

    mmm@mm.mm said:
    Januari 12, 2012 pukul 12:48 pm

    hmmmm…

    *garukgarukpantat…

      ditomusicman said:
      Januari 13, 2012 pukul 9:44 pm

      Haha, gw kayanya tau yang demen garuk2 pantat pas bahas teori.. Kalender alpamart nya ketinggalan tuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s