Hubungan Akord dan Skala bagian 12 [Hearing]

Posted on Updated on

Mr. Yngwie Malmsteen, salah satu gitaris dengan kemampuan perfect pitch

Perjalanan untuk mencapai tahap melupakan semua teori ketika bermain [beberapa teman sering menyebutnya pendekatan ‘metode hajar bleh’, tapi dengan versi yang bisa dipertanggung jawabkan musicalitynya] tidak lepas dari perkembangan kemampuan telinga kita untuk secara otomatis memahami suatu bunyi dalam kaitannya antara struktur akord dan skala. Sebagian musisi cukup beruntung dengan dianugerahi kemampuan yang cukup langka : perfect pitch recognition, sebuah kemampuan mengenali pitch seperti kemampuan mata membedakan warna, terlepas dari struktur harmoni. Salah seorang gitaris yang terkenal yang memiliki kemampuan ini adalah Yngwie Malmsteen, yang dalam salah satu wawancara menyebutkan bahwa beliau malah merasa lebih susah memainkan not – not yang salah! Ini adalah kemampuan yang luar biasa. Namun walaupun demikian, dari beberapa forum gitar, sebagian orang yang mempunyai kemampuan perfect pitch recognition ini merasa semua not – not yang tidak sesuai dengan pitch reference mereka dianggap salah [misalnya, mereka akan kebingungan mendengarkan sebagian lagu – lagu Van Halen yang tidak menerapkan tuning reference A = 440 Hz, sebuah tuning standar untuk instrument modern].

Karena kemampuan itu bawaan lahir [walaupun ada beberapa pihak yang menyebutkan hal ini bisa dipelajari, dan telah terdapat beberapa metode untuk mempelajarinya], tetapi tenang saja, bagi orang – orang biasa seperti kita ini [teman – teman yang punya perfect pitch kemungkinan besar tidak akan kesasar di blog ini], kita masih bisa melatih telinga kita agar lebih mengenali nada dalam lagu lewat relative pitch recognition, yaitu mengenali posisi interval dari not dalam hubungannya dengan akord dan skala dalam sebuah lagu tonal [dengan key center]. Walaupun masih terdengar tetap saja sebuah kemampuan musical yang luar biasa, tetapi hal ini cenderung relatif lebih mudah dipelajari dan dikuasai [dan juga diajarkan] untuk semua orang.

Sebuah skala akan menjadi benar – benar berguna hanya ketika telinga kita mengenali bunyi dari not – not dan akord – akord yang bisa berbunyi harmonis dengannya [dan otomatis kalo kita tahu mana yang harmonis, berarti kita juga tahu mana yang tidak harmonis]. Salah satu latihan awal yang sering disarankan banyak orang untuk konsep integrasi ini adalah memainkan sebuah akord yang akan kita gunakan, sesaat sebelum memainkan skala nya. Secara ideal latihan ini sebenarnya membutuhkan sebuah pengiring, misalnya yang sekarang cukup populer : backing tracks. Walaupun demikian, sebenarnya sebuah fx sustainer atau looper pun bisa cukup menolong untuk latihan ini. Caranya cukup gampang, misalnya cukup mainkan akord G secara berkala untuk latar sudah cukup, kemudian kita melatih skala G mayor diatasnya.

Langkah selanjutnya adalah berkenalan dengan dunia nyata. Pada kenyataanya, hampir sebagian besar not – not dalam skala di sebuah lagu jarang dimainkan berurutan [kecuali mungkin dalam etude]. Kemampuan kita dalam memainkan skala dalam urutan interval yang berbeda – beda akan memberikan kita pemahaman yang menyeluruh tentang apa saja yang bisa kita lakukan pada suatu skala. Latihan ini bisa dimulai dengan memainkan interval yang berbeda – beda dalam satu skala. Salah satu test yang cukup populer untuk mengetahui pemahaman kita dalam hal ini adalah dengan menyanyikan tiap pola interval sebelum kita memainkannya. Seperti yang hampir semua orang sudah paham kalau menyanyikan interval diatonis skala mayor secara berurutan 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 atau do re mi fa so la si do, lalu memainkannya adalah hal mudah, tetapi semakin kita memperlebar intervalnya, tingkat kesulitannya akan semakin meningkat [silakan nyanyikan lalu mainkan pola diatonis skala mayor 1 – 7, 2 – 8, 3 – 9, dst]. Semakin kita menguasai hal ini, akan semakin meningkatkan kemampuan kita dalam mendengar struktur lagu, dan hal ini sekaligus akan menjadi bukti yang otomatis terdengar ketika kita berimprovisasi.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s