Hubungan Akord dan Skala bagian 13

Posted on Updated on

Bejo Kampringman adalah gitaris yang telah cukup lama bermain gitar, tetapi seringkali mengeluhkan kalau permainan improvisasinya cenderung terdengar membosankan. Seringkali jari – jarinya menghasilkan bunyi yang tidak seperti yang dia inginkan. Terlepas dari banyaknya aspek dalam improvisasi, hal ini umumnya disebabkan karena si Bejo hanya mengandalkan fingerings dan licks konvensional saja [walaupun secepat apapun permainannya, no offense] apalagi bila tanpa disertai pemahaman yang mendetail [terutama tentang tempo dan harmoni], sehingga cenderung berakibat pada terbatasnya kebebasan jari – jari dalam hubungannya dengan telinga [atau not – not dikepala]. Cerita ini menjadi contoh sebuah fase yang wajar terjadi pada semua gitaris, yang durasinya tergantung dari kualitas waktu yang dihabiskan bersama gitarnya.

Salah satu rekomendasi metode latihan dasar untuk memaksimalkan kemampuan bermain dengan mengandalkan telinga [a.k.a. metode hajar bleh] yang paling efektif adalah dengan bermain diluar pola fingering konvensional. Gitar adalah instrument yang cukup unik, dimana terdapat beberapa posisi untuk memainkan not – not dengan pitch yang sama [dalam tuning standard], sehingga pelajaran sejak dari awal berkenalan dengan gitar sampai dengan tingkat akhir penguasaan harmoni & improvisasi umumnya selalu disertai pembahasan posisi fingeringnya. Nah, memang setiap orang punya alasan masing – masing terhadap pilihan posisinya untuk memainkan not – not dalam fretboard, yang secara garis besar dipengaruhi oleh ukuran jari, ukuran senar [tone], dan kebutuhan phrasing. Tetapi dalam kasus improvisasi dan metode hajar bleh, diharapkan semua orang punya respon spontan dan fleksibel diposisi manapun, tanpa alasan keterbatasan posisi fingering.

Contoh latihan dasar dibawah ini adalah berlatih bermain dengan 1 senar saja, disertai dengan sebuah open string untuk panduan, pada kunci A. Kemampuan bermain pada 1 senar akan menjadi sebuah penghubung yang bisa membebaskan kita untuk bermain dengan menggabungkan beberapa posisi konvensional sekaligus, yang tentu saja memberikan dukungan maksimal bagi hubungan jari  – jari dan telinga.

Previous | Next

One thought on “Hubungan Akord dan Skala bagian 13

    azman said:
    September 10, 2016 pukul 10:01 am

    sebuah blog yg mrmbuat aku lebih paham pada teori muzik walau pun ia memeningkn kepala aku!!blog muzik teori yang hebat!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s