Hubungan Akord dan Skala bagian 15 [Dasar Improvisasi]

Posted on Updated on

Walaupun ketika dalam latihan fingering semua not dalam skala itu sama penting untuk dilatih, tetapi saat improvisasi beberapa not menjadi sedikit lebih penting daripada yang lain. Kita tidak akan berimprovisasi dengan hanya seenaknya memainkan semua not dalam sebuah skala naik turun walaupun secara teknis ke 7 not dalam skala itu adalah not yang benar. Saat improvisasi, not – not dalam skala bisa dikelompokan menjadi beberapa tingkat. Contohnya, ketika kita memainkan skala G mayor pada akord G, semua orang cenderung akan setuju kalau :

  • Not akar [root note] G adalah not yang berbunyi paling stabil.
  • Not ke 3 dan ke 5 [B dan D] akan berbunyi harmonis. Walaupun bukan not akar, tetapi not – not ini dimainkan dalam akord,  orang – orang menyebutnya chord tones.
  • Not ke 2, ke 6 dan ke 7 [A, E dan F#] terdengar kurang stabil, tetapi ketiga not ini bisa memberikan pilihan warna dan variasi daripada hanya terus menerus bermain 1, 3 dan 5 saja.
  • Not ke 4 [C] akan berbunyi salah jika kita memainkannya terlalu lama, karena hanya berjarak 1 semitone diatas not ke 3, yang merupakan chord tone yang kuat. Teman – teman jazzer sering menyebut not ke 4 dalam konteks ini sebagai avoid note.
  • Ke 5 not lain yang tidak terdapat dalam skala [Ab, Bb, Db, Eb, dan F] akan berbunyi paling dissonant [tidak harmonis] dibandingkan contoh – contoh diatas.

Bagaimana cara menerapkan tingkat – tingkat not ini kedalam permainan improvisasi kita? Tentu saja kita tidak harus mengucilkan not – not tertentu hanya karena not – not tersebut sedang tidak muncul dalam akord yang dimainkan. Improviser veteran akan bisa bermain – main dengan semua not sesuai keinginannya. Para improviser ini cenderung akan menghasilkan improvisasi yang musical dengan melakukan penekanan chord tones yang dimainkan sebagai elemen utama dalam licks, misalnya not yang diaksen [accented], not panjang [sustained], not pertama dan terakhir dalam sebuah frase, not yang jatuh pada ketukan – ketukan utama dalam sebuah bar, dan sebagainya. Dengan menguasai konsep chord tones ini, kita bisa menggunakan not – not yang berbunyi kurang stabil untuk mengisi jarak antara not – not yang lebih stabil. Licks yang hanya menggunakan chord tones akan cenderung berbunyi tematik, melodik, dan bagus, tetapi setelah beberapa saat, licks ini akan cenderung terdengar mudah ditebak [lama kelamaan akan membosankan]. Saat ini terjadi, mainkanlah beberapa not diluar chord tones atau diluar skala untuk membantu agar permainan lebih menarik.

Previous | Next

4 thoughts on “Hubungan Akord dan Skala bagian 15 [Dasar Improvisasi]

    genial said:
    September 28, 2011 pukul 1:26 pm

    jadi pingin buru buru pulang praktekkin nii kang🙂
    makasii sharenya kang iia😉

      ditomusicman said:
      September 29, 2011 pukul 9:14 pm

      Haha, sami2, don wori bi hepi, semoga tulisannya bisa membantu😉

    IBNU said:
    Juni 13, 2013 pukul 12:38 pm

    kalau chord nya c mayor trus kita improvisasinya pake A minor masuk nggak ya???

      ditomusicman said:
      Juni 18, 2013 pukul 8:19 pm

      Masuk sih, kita bisa melakukan variasi dengan make relative minornya [dengan superimposing, layering karakter]. Untuk lebih memahami lebih detil konsep ini dalam improvisasi, ada baiknya kita memahami dulu bahwa pada dasarnya tiap skala itu punya tonal gravity nya masing2. Sesuai namanya, skala A minor nariknya ke A, bukan C, jadi ketika pengen denger detilnya, silakan akord iringannya diilangin, audience bakal bilang harmony yang sedang dimainkan adalah A minor [bukan C mayor].

      Nah, prinsip superimposing ini juga bisa diterapin juga di akord dan skala lain, dan akan lebih efektif dipake kalo kita sudah paham karakter masing2 skala [dan bisa layering ke akord apa aja, untuk menghasilkan karakter baru]. Prinsip ini nyambung ke seventh chords, extended chords, dan nantinya ke subject substitusi akord yang merupakan konsep advanced harmony.

      Superimposing ini sebenarnya telah [dan sedang] dibahas di blog ini pada subject seventh chords dan extended chords.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s