CAGED System bagian 1

Posted on Updated on

Pada tuning standard, CAGED system adalah sebuah metode sederhana yang dapat membantu mempermudah cara pandang kita dalam melihat fretboard, dalam memilih posisi fingerings, serta hubungannya dengan  akord dan skala. Menguasai CAGED system akan membuat kita menguasai semua peta fretboard, tidak akan lagi ada posisi akord yang asing dan improvisasi yang kesasar. Dasar dari system ini adalah 5 posisi akord – akord dasar dalam gitar yang menggunakan open strings, yaitu akord C, A G, E, dan D. System ini sangat mudah dipahami siapapun termasuk teman – teman yang baru hafal akord – akord dasar, dan metode ini sangat direkomendasikan sebagai acuan dasar paradigma dalam menentukan posisi fingering saat kita melakukan eksplorasi harmoni.

Sebelum mengeluarkan kemampuan asli dari 5 akord diatas, mereka harus mampu untuk beradaptasi terhadap semua kunci terlebih dahulu. Caranya adalah kita harus memainkan mereka dalam posisi yang bisa digeser, melepaskan ketergantungan jari dari posisi open strings [kita harus melakukan fingering ulang, menggunakan jari telunjuk sebagai pengganti capo]. Contohnya setelah digeser 1 fret :

Previous | Next

3 thoughts on “CAGED System bagian 1

    Anonim said:
    Desember 13, 2013 pukul 4:49 pm

    tuning gitar harus turun setengah nada ya pak?

      ditomusicman said:
      Desember 18, 2013 pukul 1:30 pm

      Dari Dojo Gitar : https://www.facebook.com/dojogitar

      Jadi CAGED System itu adalah bagan peta fingering per posisi. Doi bernama CAGED karena dibuat dari formasi akord C-A-G-E-D yang dimainkan di nut position (folk voicings).

      Nah Akord C, kalo digeser naik 1 fret namanya menjadi akord C#, tetapi bentuk fingering nya bernama ‘bentuk C’ (or posisi C). Kalo digeser naik 2 fret menjadi akord D (posisi C), geser naik 4 fret menjadi akord E (posisi C)

      Jadi posisi C memang nggak harus berisi not C, karena doi moveable bisa bergeser kemanapun. Yang perlu digaris bawahi dalam CAGED System adalah bentuk formasi fingering dan lokasi root nya (not 1). Kalo kita hafal nama2 semua not dalam fretboard, kita bisa membuat akord apapun dengan CAGED System.

      Misalnya kita mau buat akord dengan root senar ke 2 fret ke 10 (not A), maka kita cukup mainkan bentuk C, yang senar ke 2 nya berada di fret ke 10. Sim salabim, akord A tiba2 bisa kita mainkan ditengah2 fretboard.

      Masing2 posisi mempunyai lokasi root yang berbeda. Posisi C rootnya berada di senar 2 dan 5. Posisi A berada di senar 3 dan 5. Berarti kalo kita mau membuat akord dengan root di senar 5, kita punya 2 opsi, bisa dengan posisi C, bisa dengan posisi A.

      Diagramnya silakan cek :

      https://ditomusicman.wordpress.com/2011/10/24/caged-system-bagian-3/

      Semua titik bisa digeser ke fret berapapun asalkan jarak nya sama. Kalo digeser naik/turun 1 fret, semuanya naik/turun 1 fret.

      Semoga cukup jelas.

    Arpeggio bagian 1 « LOMBOK NEWS said:
    Desember 26, 2013 pukul 2:00 pm

    […] – tulisan sebelumnya. Untuk permulaan, kita bisa menggunakan bagan akord CAGED system [cek CAGED System bagian 1], tetapi karena tiap not nya sedang kita gunakan dalam konteks melodik [misalnya dibunyikan satu […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s