Skala Pentatonik Minor bagian 4 [Paradigma Skala]

Posted on Updated on

Larry Carlton & Slash

Sepertinya masih perlu ada rujukan persepsi sebagai tambahan pemahaman tentang cara aplikasi sebuah skala musik yang perlu disampaikan disini. Skala musik hanyalah seperti alfabet pada sistem bahasa kita. Menghafalkannya adalah merupakan langkah awal sebelum kita mampu mengucapkan sebuah kata, dan kemudian merangkai nya menjadi sebuah kalimat demi kalimat untuk menyampaikan sebuah ide yang utuh. Sebagian dari teman – teman kita, terutama yang baru memulai, cenderung terlalu terfokus tentang skala ini dan itu, dan menghafalkannya lalu berharap bisa menjadi solusi otomatis saat improvisasi. Teman – teman yang berlatih skala tanpa mengetahui bagaimana cara melatih dan menggunakannya akan cenderung tetap terdengar kaku dan kurang musical saat melakukan improvisasi. Dalam hal ini, seringkali skalanya tidak salah, tetapi masalahnya cenderung pada cara memperlakukan dan pemilihan tiap not [dalam skala] dalam pergerakan akord – akord progresi. Solusinya ada beberapa hal, diantaranya adalah pemahaman ilmu harmoni.

Contoh kasus yang paling sering dijumpai adalah not b5 pada sebuah skala blues [skala pentatonik minor ditambah not b5 dari akar]. Secara teori not b5 ini memang resmi anggota dari not – not penyusun skala blues, tetapi apakah kita bisa memperlakukan dan memainkan tiap not secara sama persis? Silakan coba sendiri memainkan masing – masing not pada sebuah akord minor untuk mendengar hasilnya. Ini adalah contoh termudah yang paling sering kita jumpai jika kita terlalu mengandalkan skala dan menganggapnya ok untuk bebas memainkan tiap not dalam skala, hanya karena beberapa buku teori yang tipis mengijinkannya secara sepintas, tanpa keterangan tambahan.

Kembali ke pentatonik minor. Seringkali kita diharuskan untuk menemukan lokasi chord tones dari beberapa akord di dalam sebuah posisi fingering. Contohnya, ketika kita harus bermain pada progresi A blues minor [Im – IVm – Vm]. Kita bisa memilih untuk bermain di sepanjang progresi dengan hanya menggunakan skala A pentatonik minor dan bertahan hanya menggunakan sebuah posisi fingering [misalnya yang paling gampang, bentuk E]. Banyak dari pemain – pemain besar juga melakukannya kok. Tetapi kita semua akan cenderung sepakat bahwa pada skala A pentatonik minor, not – not yang terdengar bagus pada sebuah akord [Am] tidak akan sama bagusnya dengan 2 akord lainnya [Dm dan Em]. Analisisnya :

  • Akord A minor terdiri dari A, C dan E
  • Akord D minor terdiri dari D, F dan A
  • Akord E minor terdiri dari E, G dan B

Karena skala A pentatonik minor tidak mempunyai F dan B, maka kita cuma punya 2 chord tones pada saat akord Dm dan Em dimainkan, dan efeknya akan terdengar berbeda dari akord A yang mendapat dukungan penuh dari ke 3 chord tones.

Kebanyakan pemain merasa cukup puas dengan memilih memainkan hanya sebuah skala pentatonik minor disepanjang progresi blues minor, walaupun hanya terdapat 2 chord tones untuk akord IVm dan Vm. Dan mereka akan memutuskannya untuk menggunakan telinga masing – masing sebagai panduan harmoni, lalu dengan instingnya melakukan penekanan not – not tertentu dalam skala pentatonik minor yang mereka anggap terdengar harmonis dengan akord yang sedang dimainkan. Walaupun seandainya kita adalah pemain yang termasuk dalam kriteria tersebut, tetap ada baiknya bagi kita untuk memahami prinsip – prinsip dasar dari harmoni yang akan berguna di situasi musik lain dengan harmoni yang lebih kompleks.

Bersambung..

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s