Arpeggio bagian 1

Posted on Updated on

Mike Dawes & Amy Turk

“Mengetahui tiap bentuk arpeggio adalah seperti mengetahui dimana lokasi kelurahan, pom bensin, penjual pulsa, atm, bakmi jowo Karmino dan Trans Studio.”

Nah, ini dia essence dari permainan solo yang terstruktur dan harmonis [semua solo keren, dari yang super simpel sampai super ribet selalu dikembangkan dari struktur dasar harmony yang dibentuk dari akord progresi]. Harmony dan timing adalah 2 hal yang paling fundamental dalam musik, hampir semua materi pembelajaran dari tingkat dasar hingga literatur – literatur yang paling lanjut sekalipun isinya kurang lebih cenderung membahas seputar ke 2 hal ini. Dalam kaitannya dengan improvisasi, arpeggio adalah salah satu konsep pendekatan yang persentase keberhasilannya bisa konsisten mencapai 100% secara harmonik [belum secara keseluruhan, karena akan melibatkan juga faktor timing, dinamika, tekstur, dll, dan juga beberapa sub faktor, diantaranya : konsep tensionrelease, insideoutside, substitution, superimposition, dll].

Untuk menguasai arpeggio, kita harus mau mengalami kembali perasaan yang relatif sama ketika belajar akord – akord pertama kali dulu. Memang kemajuannya akan cenderung relatif lebih cepat daripada saat dulu pertama kali belajar akord – akord, tetapi dalam praktek kondisi musical sebenarnya dilapangan, banyaknya jumlah variasi dan hubungan permutasi masing – masing fingerings membuatnya menjadi tugas yang tidak ringan. Selalu ada lebih banyak kemungkinan cara fingerings arpeggio pada sebuah akord daripada jumlah voicing efektif yang bisa dihasilkan dari akord yang sama. Banyaknya variasi fingerings arpeggio ini tidak untuk membuat kita puyeng karena kebanyakan materi yang harus dipelajari, tetapi justru dari situ kita bisa memilih mana yang paling kita sukai sesuai gaya permainan dan kemampuan jari kita. Secara dasar, lokasi not – not arpeggio adalah sama dengan lokasi semua not penyusun akord [chord tones]. Disini akan sedikit dibahas pendekatan dengan menggunakan CAGED system yang telah terbukti efektif dalam membentuk system voicing akord dan sistem fingerings pentatonik yang telah dibahas pada tulisan – tulisan sebelumnya. Untuk permulaan, kita bisa menggunakan bagan akord CAGED system [cek CAGED System bagian 1], tetapi karena tiap not nya sedang kita gunakan dalam konteks melodik [misalnya dibunyikan satu per satu], jadi kita tidak harus menahan bentuk fingeringsnya agar not – not berbunyi bersamaan.

Dimanapun posisi CAGED system yang sedang kita gunakan untuk bermain akord, selalu ada beberapa not tambahan arpeggio disekitar fingerings yang sedang kita gunakan [misalnya : urutan arpeggio pada triad terdiri dari 1 – 3 – 5 -1 dst berulang – ulang, sementara ada beberapa posisi voicing akord dengan CAGED system menggunakan urutan yang acak seperti 1 – 5 – 1 – 3 dst, sehingga ada beberapa not yang tidak dibunyikan]. Sebaiknya kita melatih arpeggio ini bersamaan dengan melatih voicing akord menggunakan CAGED system [dengan begitu kita sekaligus otomatis mengetahui lokasi not akar dari arpeggio agar kita bisa menggunakannya dengan sesuai struktur harmony].

Contoh – contoh fingeringsnya rencananya akan dibahas di tulisan selanjutnya.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s