Arpeggio bagian 8

Posted on Updated on

Mike Dawes & Amy Turk

Setelah semua informasi yang menyeluruh tentang fingerings dasar arpeggio dari CAGED system [serta beberapa alternate fingerings nya], pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah bagaimana cara menggunakannya [atau beberapa orang bahkan mungkin masih akan bertanya, alasan kenapa kita musti menghafal dan melatihnya]. Untuk teman – teman yang masih bingung kenapa kita musti menghafal dan melatih tiap bentuk arpeggio, jawabnya adalah karena arpeggio bagi para improviser itu seperti sebuah sistem GPS bagi para petualang. Mempelajari tiap bentuk fingerings arpeggio membuat improviser tahu dimana rute – rute yang munghubungkan antara lokasi not – not yang aman untuk beristirahat [sustained or rest] , untuk ditekankan [aksen, accent], dll, di tiap explorasi improvisasi. Silakan cek kembali Arpeggio bagian 1 untuk penjelasan kenapa kita harus mempelajari arpeggio.

Nah, bagaimana cara kita menggunakan semua informasi arpeggio ini untuk permainan improvisasi sehari – hari? Cara terbaiknya adalah meleburnya dalam paradigma skalar yang telah kita kuasai [not – not arpeggio selalu berada dalam skala tertentu, tinggal dipilih – pilih saja dari deretan not dalam skala]. Setelah menghafal dan memahami hubungannya dari skala mana dia berasal, bentuk – bentuk arpeggio ini akan secara alami meresap ke dalam insting kita, ke dalam permainan kita saat bermain skala, memberikan kita tambahan percaya diri saat improvisasi dengan memberikan informasi lokasi not – not terbaik dalam sebuah skala. Sebagai bonus tambahan [atau sebenarnya salah satu fungsi utamanya] adalah, arpeggio akan sangat membantu kita saat berhadapan dengan akord progresi yang tidak lazim [apalagi dengan tempo cepat, silakan cek sample improvisasi Giant Steps]. Pendekatan untuk menaklukan akord progresi yang seperti itu adalah dengan mapping [atau visualisasi] tiap bentuk CAGED fingerings dari tiap akord nya, lalu membangun keseluruhan bentuk arpeggio dari CAGED fingerings tersebut, dan kalau waktunya memungkinkan [sangat – sangat susah menyelipkan banyak not pada lagu Giant Steps yang dimainkan secepat itu], kita bisa memasukan not – not yang berada diantara arpeggio sehingga terbentuk sebuah skala yang penuh dari tiap bentuk CAGED fingerings [untuk efek yang lebih jazzy dan bebop, kita bisa memilih untuk menyelipkan not secara kromatik, tapi ini teknik yang advanced sehingga belum akan dibahas disini dalam waktu dekat]. Dengan pendekatan ini, kita sekaligus bisa berlatih untuk mengetahui informasi fingerings berdasarkan tingkat harmoni nya [arpeggio sebagai not – not terpenting, lalu berikutnya not – not sebagai hiasan dan ornamen, dan seterusnya].

Previous | Next

One thought on “Arpeggio bagian 8

    Ery Setyo said:
    Juni 23, 2012 pukul 1:34 am

    ok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s