Modes bagian 8 [Perspektif]

Posted on Updated on

Perspektif : Parallel atau Derivative?

Modes bisa dilihat dengan 2 perspektif, yaitu secara parallel dan derivative [turunan]. Secara personal saya cenderung lebih menyukai perspektif yang lebih banyak digunakan oleh para improviser, yaitu secara parallel [misalnya G Mixolydian = skala G diatonik mayor dengan b7, dan A Lydian = skala A diatonik mayor dengan #4]. Sementara, cara derivative akan melihat dengan definisi G Mixolydian = skala C diatonik mayor dimulai dengan not ke 5, dan A Lydian = skala E diatonik mayor dimulai dengan not ke 4. Walaupun begitu, masing – masing perspektif punya keunggulan dan kekurangannya masing – masing :

  • Pendekatan parallel memang mengharuskan kita menghafal beberapa bentuk fingerings [cukup 5 untuk para penganut CAGED system] untuk tiap modes, tetapi setelah kita menguasainya, kita bisa memainkannya secara spontan, dan sekaligus memberikan kita pemahaman menyeluruh tentang harmony dan fungsi serta karakter dari tiap not dalam akord.
  • Pendekatan derivative adalah perspektif yang harus bertanggung jawab terhadap sekitar 70 – 90 % kasus kebingungan pada murid – murid terhadap definisi modes [dan aplikasinya]. Sebagian besar murid – murid yang datang seringkali mengaku telah melatih modes sebelumnya dengan cara menyalakan metronom lalu memainkan C Ionian, D Dorian, E Phrygian, dan seterusnya. Latihan ini cuma memberi kita 7 not yang sama secara berulang – ulang, lalu ketika sebuah test bermain modes diberikan, mereka tidak bisa bermain seperti seharusnya seorang musisi yang menguasai 7 modes. Melatih dan mendengarkan 7 not yang sama secara berulang – ulang cenderung kurang membantu kita dalam mengenali karakter khas dari tiap modes.

Dalam situasi musical sehari – hari, perspektif derivative cenderung membuat kagok [apa sih bahasa Indonesianya?] dan sangat terasa kurang instan, kurang bisa langsung dimainkan secara insting, daripada perspektif parallel. Cara parallel akan cenderung memberikan kita akses terhadap modes dengan lebih cepat [walaupun sebodoh apapun musisinya], misalnya ketika kita kita harus menemukan Gb Mixolydian secara instan, cukup panggil bentuk fingerings Mixolydian dan mainkan pada root Gb. Atau kalau kita hafal nama – nama interval dari fingerings skala diatonik mayor, kita bisa memainkan skala Gb diatonik mayor, dengan not ke 7 dimodifikasi turun setengah [b7]. Sementara itu, pada kasus ini, perspektif derivative malah akan memaksa kita menjadi detektif secara instan : Mode Mixolydian adalah mode ke 5 dari skala diatonik mayor, lalu mode ke 5 berarti jaraknya 7 fret menurun, 7 fret menurun dari Gb adalah B, nah sekarang mainkan skala B diatonik mayor dari not ke 5. Eng ing eeeng.. Ketika kita udah siap main skala Gb Mixolydian dengan cara ini, kemungkinan besar akord Gb nya sudah ganti ke akord lain.

Previous | Next

4 thoughts on “Modes bagian 8 [Perspektif]

    wagiman said:
    November 6, 2012 pukul 11:21 pm

    salam kenal. ini benar sekali kangmas. caged system memang rahmatan lil alamin. selain itu dalam berimprovisasi yg jg tak kalah pentingnya menurut saya adalah berpatokan kepada triad tones, licks/pattern, dan hearing. pada dasarnya semua yg kita improvisasikan harus bisa kita “dengar”, bukan sekedar tanggap di jari. licks atau pattern yg biasa kita mainkan tentunya sudah bisa kita bayangkan bunyinya dan pastinya tidak akan bermasalah mengenai hubungannya dgn akor tsb , apalagi jika seseorang mempunyai hearing yang kuat maka dia mudah bermain apa saja tanpa menebak2. tp bagi yg tidak mapan dalam hal itu bisa berpatok pada triad terutama bagi pemula, ini untuk mengantisipasi wrong note sekaligus menjadi pijakan awal untuk menentukan nada selanjutnya. tapi berbeda situasi bagi pemain jazz, biasanya mereka berpatokan pada tema, jadi nada pertama yang akan mereka mainkan sudah terbayang. jika seseorang hanya dibekali sebuah peta scale, menurut saya terdengar serabutan, dengan implikasi org tsb akan memulai dari mana saja nada yang tidak diketahuinya, atau minimal dari root, tp itu juga akan menjadi sangat monoton. maka sebaiknya pembelajaran scale dan triad tidak dapat dipisahkan dengan menitik beratkan tone selain root. tujuan akhirnya agar improviser bebas mengenali dan bereksperimen dgn extended tone dari tiap chord, tapi tentu saja triad merupakan headquarter yang lebih aman.

      ditomusicman said:
      November 12, 2012 pukul 10:02 pm

      Heheh, salam kenal Kang Mas Wagiman, sampeyan ini memang pinter sekali, kayanya tidak banyak orang jawa yang paham western harmony sampai sedetil ini.

      Kayanya asik nih kalo kita bisa sungkeman sambil ngejam2😉

    samaratigabelas said:
    Mei 9, 2014 pukul 12:37 pm

    mas ditto, saya pembaca diblog mas ditto sudah lama 😊
    ini mungkin tulisan lama, tapi saya mau tanya;
    mengenai perspektif pararel, bisa dong kalo kita menghafal interval di setiap modes? terus tinggal kita terapkan saja kemanapun, misalnya tadi G Mixolydian.
    maaf kalo saya “gagal paham”, saya pemula sekali 😊
    terima kasih

      ditomusicman said:
      Mei 14, 2014 pukul 1:22 pm

      Halo pembaca lama! Heheh..

      Yoi, betul banget, sebenernya bakal jauh lebih gampil kalo kita sekedar mengingat 1 atau 2 scale utama nya aja, misalnya diatonik major dan relative minornya (beserta fingerings-nya) lalu memodifikasinya berdasarkan formula modes. Karena banyak interval yang sama, maka kita fokus pada yang bikin mereka beda aja.

      Kita bisa instant dapetin fakta bahwa :

      Lydian = Major #4th
      Mixolydian = Major b7th
      Dorian = Minor major 6th
      Phrygian = Minor b2nd
      Locrian = Phrygian b5th

      Dst.. Dengan begono, maen modes apapun itu segampil maen scale biasa dan nggak perlu repot2 nginget banyak hal, tinggal tentukan root-nya aja, sisanya langsung nongol sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s