Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 3

Posted on Updated on

george-van-eps.jpg
George Van Eps, sang Bapak dari Gitar 7 Senar

Seperti pada ekstensi mayor, ekstensi sebuah akord dominant dan minor juga dibentuk dengan menambahkan tumpukan pada akord ke 7 nya masing – masing. C9, C11 dan C13 dibentuk dengan menambahkan tumpukan pada akord C7. Cm9, Cm11 dan Cm13 dibentuk dengan menambahkan tumpukan pada akord Cm7. Dibawah ini adalah contoh penulisannya pada partitur :

Cmaj extention
ekstensi mayor
Cdom extension
ekstensi dominant
Cm extension
ekstensi minor

Jangan lupa bahwa akord minor 13 itu dibangun dengan natural 6th [menggunakan harmony dari mode Dorian, bukan b6th seperti yang digunakan pada skala natural minor].

Kalau kita bukan penggemar Steve Vai, Korn, Tosin Abasi, atau George Van Eps [sang Bapak dari Gitar 7 Senar], kita akan segera menemui masalah saat harus bermain akord 13th. Disana terdapat 7 not yang harus dimainkan, sementara gitar kita cuma tersedia 6 senar. Jadi, beberapa not harus dibuang agar kita bisa memainkannya dengan gitar biasa.

Ini adalah beberapa aturan yang berlaku secara umum dalam harmony tentang daftar minimal not yang kita butuhkan dalam memberi karakter pada sebuah akord :

  • root, disarankan hadir saat kita bermain solo [sendirian] ataupun comping [mengiringi] tanpa pemain bass. Dengan bermain bersama pemain bass [atau instrument lain yang memainkan frekuensi rendah], kita bisa membuang root.
  • 3rd [not ke 3]. Ini adalah not yang paling esensial untuk menentukan karakter akord. Bisa diganti 4 atau 2 kalau akordnya sus atau sus2.
  • 7th [not ke 7]. Ini juga not yang esensial untuk menentukan apakah akord itu hanya sebuah triad, atau akord ke 7 [7th chord], atau mempunyai karakter dissonansi dominant. Menjadi not yang disarankan hadir saat bermain ekstensi.
  • not tertinggi dalam ekstensi. Ya, tentu saja kalau tidak ada not ini, kita tidak perlu menyebutnya akord ekstensi.

Not yang tidak terdapat dalam daftar diatas secara umum dianggap kurang berperan dalam membentuk karakter akord, kita akan baik – baik saja bermain tanpa mereka. Dalam dunia jazz, dengan menggunakan shell voicing, prinsip ini bisa membantu kita untuk bermain chord melody [sebuah istilah yang tidak terdapat pada piano, karena mereka hampir selalu bermain secara harmonis, 88 tuts terbentang membuat 10 jari pemainnya selalu tergoda untuk memainkan beberapa not bersamaan].

Previous | Next

2 thoughts on “Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 3

    ibnu said:
    Mei 5, 2014 pukul 10:12 am

    aswrb, bagaimana cara mereharmonisasi sebuah progresi cord?

      ditomusicman said:
      Mei 14, 2014 pukul 1:10 pm

      Wa alaikum salam wr. wb.

      Keyword yang umum dan paling gampil tuk reharm progresi adalah menentukan pivot notesnya. Reharm adalah intermediate-advanced substitution, jadi masih ada yang sama diantara semua perubahan itu, or pada kasus advanced, ada resolving lines dalam deretan akordnya. Resolving lines ini umumnya berhubungan dengan melody utama, bisa jadi melodinya itu sendiri ataupun counterpoint dari melodi utama.

      Pada reharm tingkat ini, study tentang counterpoint dan harmonic function menjadi hal wajib biar progresi akord versi reharm kedengeran keren dan logis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s