Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 4

Posted on Updated on

compromise-donkey

Ada sebuah pengecualian terhadap prinsip – prinsip dasar tentang shell voicing, yaitu extension 11th pada dominant 7th dan maj7. Kita bisa bebas menambahkan not – not sesuai fungsi diatonik akord, namun pada akord dominant 11th dan maj11 kita terpaksa melakukan sedikit modifikasi untuk berkompromi dengan telinga kita. Pada kedua akord tersebut jarak antara 3rd dengan 11th [atau 4th dengan oktaf lebih tinggi] secara teknis adalah semitone [1/2], kedua interval ini jika dibunyikan bersamaan akan terdengar bertabrakan dengan cukup mengerikan, dan mengacaukan karakter dasar dari akord dominant 7th dan maj7.

Dalam kasus dominant 11th, kita disarankan untuk membuang 3rd nya, dan memasukan 9th atau 5th. Lalu untuk kasus maj11, jika kita membunyikannya dengan prinsip – prinsip dasar shell voicing seperti yang dibahas pada tulisan sebelumnya [Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 3], maka akord ini akan benar – benar terdengar kacau dan sama sekali tidak seperti sebuah maj7 dengan penambahan pewarnaan. Tersangka yang langsung terdengar jelas saat penyelidikan adalah 2 buah dissonansi interval yang sangat kuat, yang berada pada sebuah akord yang seharusnya berbunyi stabil. Interval tersebut adalah 3rd dengan 11th [seperti pada kasus dominant 11th tanpa modifikasi voicing], lalu 7th dengan 11th yang merupakan sebuah tritone [cek Hubungan Akord dan Skala bagian 4 [Tritone]]. Dengan  2 buah dissonansi interval yang kuat ini, maka akord maj11 tidak bisa digunakan sebagai pewarnaan dari akord maj7. Lain halnya jika kita menaikkan 1/2 tone 11th menjadi #11th, maka secara otomatis akord tersebut menjadi berbunyi stabil dengan karakter Lydian.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya saat membahas extended chords adalah cara menyusun not – not didalamnya [voicings]. Seperti pada proses mixing lagu dimana umumnya setiap elemen diatur sedimikian rupa agar terdengar jelas, akord – akord yang rumit ini juga perlu diatur jarak – jaraknya, tujuannya agar tiap not terdengar jelas [atau malah sengaja ditabrakkan semuanya dalam 1 oktaf, jika itu memang bunyi yang hendak disampaikan]. Saat disusun berjauhan ataupun ditabrakkan dalam 1 oktaf, prinsip umum penyusunan not – not nya adalah akar not [root] berada di interval yang paling bawah atau kedua paling bawah, lalu not ekstensinya berada di interval paling atas atau kedua paling atas.

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s