Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 7 [Slash Chords & Advanced Modal Voicings]

Posted on Updated on

slashbird
slashbird

Setelah kita telah cukup memahami prinsip – prinsip modes dengan baik [silakan cek Modes bagian 1], kita bisa menerapkannya dalam bermain chordal. Salah satu eksplorasinya adalah dengan bermain modal voicings, yaitu bermain akord dengan prinsip yang lebih longgar [tidak terikat formula triad, tanpa not – not prioritas, semua not dalam sebuah modes bisa kita susun secara bebas untuk membentuk akord yang berbunyi sesuai mood yang hendak kita sampaikan]. Dengan begitu kita bisa bermain akord – akord yang bisa bergerak bebas tanpa terpaku pada bentuk – bentuk yang umum saja.

Kita bisa memulainya dengan slash chords, yaitu sebuah triad dengan root dari akord lain [jadi bukan akord – akord yang dimainkan oleh Slash mantan gitaris GNR].

Dalam konteks diatonik, contohnya :

  • C/D adalah C triads dengan bass note D, sama dengan akord D9sus4, sering disebut suspended jazz chord, mood yang dihasilkan adalah Mixolydian.
  • C/E adalah C triad dengan bass note E, sama dengan Emb6, mood yang dihasilkan adalah Phrygian dan Aeolian.
  • C/F adalah C triad dengan bass note F, sama dengan Fmaj7sus2, mood yang dihasilkan adalah Ionian dan Lydian.
  • C/G adalah C triad dengan bass note G, sama dengan inversi ke 2 dari akord C triad, mood yang dihasilkan adalah Ionian, Lydian dan Mixolydian.
  • C/A adalah C triad dengan bass note A, sama dengan Am7, mood yang dihasilkan adalah Dorian, Phrygian dan Aeolian
  • C/B adalah C triad dengan bass note B, sama dengan Baugb9sus4, mood yang dihasilkan adalah Locrian.

Bagi teman – teman yang sangat termotivasi tentang slash chords dan telah memahami harmony dari skala diatonik, konsep ini juga bisa dilanjutkan untuk diterapkan pada skala – skala selain diatonik, misalnya pada skala yang cukup populer bagi para improviser jazz dan classical : harmonic minor dan melodic minor. Bagi teman – teman yang belum memahami tentang  2 skala ini, silakan cek berbagai sumber di internet dan buku – buku tentang harmony.

Tahap eksplorasi berikutnya adalah sebuah area yang tidak punya batasan, yaitu modal voicings. Untuk memulainya, kita bisa membentuk sebuah fingerings yang cukup simpel [misalnya sebuah slash chords], lalu menggerakan mereka sesuai skala yang kita pilih, secara bebas, masing – masing not tidak harus bergerak seragam [tidak harus semua naik atau turun secara diatonik maupun kromatik]. Dari situ, kita bisa membuat extension chords yang banyak sekali, dengan masing – masing karakter yang khas tanpa dibatasi aturan baku tentang triad dan prinsip not – not priotitasnya. Setelah sampai pada tahap ini, diharapkan telinga kita menjadi lebih terlatih dalam mengenali karakter bunyi dari berbagai macam extended harmony, tanpa harus mengkhawatirkan nama akordnya [karena setelah kita lebih paham harmony, penamaan akord hanya soal perspektif saja].

Contoh berikut ini adalah beberapa variasi secara acak yang bisa dihasilkan saat bermain akord dengan eksplorasi ekstensi menggunakan prinsip modal voicings, pada karakter A Lydian :

modal voicings a lydian

Previous | Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s