Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 8 [Altered Chords]

Posted on Updated on

Hendrix-chord2
Hendrix Chord

Pada tulisan sebelumnya telah diperkenalkan sekilas tentang advanced modal voicings yang bisa memberikan kita ide tak terbatas untuk membunyikan akord [dan juga untuk bermain licks]. Selanjutnya, explorasinya akan dilanjutkan ke wilayah non-diatonik, yaitu altered chords [akord altered]. Umumnya akord – akord ini dianggap akord – akordnya para jazzer, tapi jangan khawatir, sebenarnya teman – teman blueser dan rocker pun minimal pernah memainkan akord yang satu ini :EaltAkord tersebut seringkali disebut ‘Hendrix Chord’ karena beliau sering menggunakannya. Secara teknis akord ini bernama E7#9, dalam penulisannya, not G di senar ke 2 ditulis dengan double kres, karena berasal dari not 9 [F#] yang dinaikan 1/2 step [Fx, enharmonis dengan G]. Jimi Hendrix sering menggunakan akord ini untuk bermain bluesy jam. Akord ini bisa digunakan untuk situasi bluesy jam karena #9 merupakan interval minor 3rd dari root, membuatnya berkarakter ambigu mempunyai 2 buah interval 3rd [maj 3rd dari karakter dominant dan min 3rd dari extensi #9]. Karakter ini cocok dengan karakter blues scale [silakan cek Blues Minor atau Blues Major?]. Selain bisa digunakan secara static [diam tanpa progresi, non functional harmony], akord altered juga bisa digunakan di tengah – tengah progresi [functional harmony], dalam konteks jazz, akord ini digunakan untuk menciptakan tension ketika dimainkan sebelum akord yang berbunyi lebih stabil [umumnya ke arah IV]. Sebenarnya akord dominant biasa pun telah memiliki karakter tension ini, tetapi dengan adanya altered note[s], karakternya menjadi lebih kuat untuk menyeret ke arah akord tonic [key center].

Semua akord altered mempunyai karakter tension yang sama – sama sangat kuat . Definisi akord altered :

Sebuah akord altered adalah sembarang akord dominant yang diubah interval 5th dan/atau 9th nya [dinaikkan atau diturunkan 1/2 step].

Pada root E, kita bisa menuliskan deretan daftarnya sesuai definisi diatas : E7aug, E7b5, E7#9, E7b9, E7#5#9, E7#5b9, E7b5#9, E7b5b9, semuanya mempunyai karakter tension yang sangat kuat ke arah akord A. Terkadang kita menjumpai sebuah istilah seperti ‘E alt’ pada sebuah chart akord. Hal ini berarti komposer menginginkan tension yang kuat pada akord E dominant, tapi tidak terlalu peduli terhadap akord E altered apa yang akan dimainkan.

Previous | Next

7 thoughts on “Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 8 [Altered Chords]

    widy said:
    April 26, 2014 pukul 2:16 pm

    salam kenal, misalkan kita punya progresi CMaj7-Em7-FMaj7-G7, untuk keseluruhan progresi bisa gak kita hanya memakai G7 arpeggio saja ( G B D F ) dng alasan G7 dan chord lainnya masih satu keluarga besar C major Scale, masuk gak? thanks

      ditomusicman said:
      Mei 14, 2014 pukul 12:48 pm

      Salam,

      Dengan membatasi diri hanya maenin salah satu arpeggio yang dibentuk dari sebuah family scale, kita telah menyia2kan kesempatan tuk kelayapan dan membuang kebebasan berekspresi dengan not2 lainnya, including hal yang paling fun bagi para improviser beneran : the roller coaster of playing changes.

      Asumsinya, kita ‘mungkin’ cari aman, nggak pengen kedengeran ‘terlalu’ outside, dan bahkan berusaha tuk selalu ‘relatif’ inside sepanjang progresi, tapi ketakutan macam ini bikin playing kita kedengeran hambar.

      It’s fine bagi para beginner tuk milih salah satu arpeggio dan stay disitu sepanjang progresi. Tapi seiring berkembangnya pemahaman tentang musik, ente mungkin bakal butuh lebih banyak drama, bumbu, rhythmic dan harmonic pull biar lines lebih kedengeran tasty. Seberapa banyak dosis dari bumbu yang dibutuhkan (dan yang diijinkan), itu tergantung dari pemahaman si pemain dan jenis musiknya.

      Dan kalo ane pribadi diminta milih hanya 1 arpeggio tuk dimainkan sepanjang progresi diatonik, ane lebih milih home key. Dalam kasus progresi diatas adalah CMaj7. Saat akord lagi Em7 dan G7, kita bisa highlight not B dalam arpeggio daripada C, dan sebaliknya mengurangi B (dengan menambah porsi C) saat FMaj7 dimainkan.

      Silakan coba.

    widy said:
    Mei 15, 2014 pukul 11:33 am

    masuk gak bermain A diminished diatas chord A7?

      ditomusicman said:
      Juni 5, 2014 pukul 6:32 pm

      Nggak masuk.

      A diminished dipake di G#7, dan di akord A7 kita make Bb diminished. Silakan ditulis semua not2 dari tiap akord dan scalenya biar ketauan compatibilitynya.

    widy said:
    Mei 25, 2014 pukul 12:28 pm

    madal pentatonic apa?

    widy said:
    Juni 7, 2014 pukul 12:30 pm

    apa yg dimaksud improvisasi jazz free style, apakah improv tanpa chord progresi gitu?

      ditomusicman said:
      Juni 13, 2014 pukul 11:35 pm

      Doi lebih tepatnya free dari aturan, secara harmony bisa atonal, dan secara ritmik bisa rubato, ya kumaha manehna ceuk orang sunda mah Kalo hanya sekedar impro tanpa diiringi chord progresi, sebenernya jazz standard pun banyak yang maen, terutama tentu saja para horn players.

      Saat maen standard secara single lines solo tanpa iringan, kita bisa sekaligus belajar memahami banyak alasan tentang bagaimana sebuah solo impro bisa terdengar asik ato kagak, karena prinsip soloing di jazz (or musik tonal lainnya) sebenernya udah ada sejak era J.S. Bach.

      Berikut ini adalah sample experiment yang menyingkap hubungan antara impro Jazz dan Bach :

      BTW, sebelum masuk ke area free jazz or avant garde, sebaiknya kita paham dulu versi un-free nya biar nggak dibilang ngawur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s