Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 9

Posted on Updated on

John+Petrucci++Jordan+Rudess
John Petrucci dan Jordan Rudess

Ketika dimainkan sesuai fungsinya dalam progresi, terutama pada situasi jazz [atau classical] akord altered seringkali akan terlihat seperti contoh dibawah ini :

altered action

Akord E7b9 akan terdengar mengerikan kalau dimainkan sendirian, tetapi kalau kita menyelipkannya diantara akord yang lebih stabil, maka progresi akan terdengar lebih asik. Untuk info lebih lanjut tentang apa dan bagaimana cara menyelipkan akord serta menggantinya sesuai kebutuhan, silakan cek berbagai sumber tentang chord substitution dan voice leading.

Cara untuk bermain solo pada akord ini rencananya nanti akan dibahas pada tulisan mendatang, dan untuk saat ini ada sebuah informasi yang lebih penting : sebuah sisi lain yang bisa kita lihat dari para extended chords, terutama saat bermain ensemble. Sampai dengan saat ini, kita selalu menghitung akord yang terdiri dari tumpukan interval 3rd [tertian harmony] itu dari root yang letaknya berada paling rendah sebagai nama akord nya. Dalam situasi ensemble, kemungkinan tiap pemain punya peranan untuk bermain dengan range yang berbeda [walaupun seandainya cuma duet gitar misalnya]. Dan ketika bermain dengan bassist atau pemain keyboard, mereka biasanya akan memainkan root, maka kita [gitaris] tidak lagi diwajibkan untuk menghadirkan root lagi. Hal ini berarti kita akan bisa bermain di wilayah extension dengan lebih mudah. Hal ini juga berlaku dalam konteks sebaliknya, kita bisa ambil Dream Theater sebagai contoh : John Petrucci [gitar] lebih sering bermain riff – riff yang sama dengan John Myung [bass], dan banyak menggunakan power chords, sementara Jordan Rudess [keyboard] bermain extensi untuk menambah karakter dan nuansa dari progresi akord.

Previous | Next

3 thoughts on “Akord Yang Lebih Berkarakter bagian 9

    ibnu said:
    Juni 19, 2013 pukul 11:52 am

    misalkan kalo chord pengiringnya C Mayor trus kita improvisasi menggunakan skala A minor bisa nggak ya? mohon penjelasanya, baru belajar?

      ditomusicman said:
      Juni 19, 2013 pukul 12:47 pm

      Mr Ibnu, semalem yang disini udah dijawab loh :

      http://wp.me/pwq8V-AS

      Masuk sih, kita bisa melakukan variasi dengan make relative minornya [dengan superimposing, layering karakter]. Untuk lebih memahami lebih detil konsep ini dalam improvisasi, ada baiknya kita memahami dulu bahwa pada dasarnya tiap skala itu punya tonal gravity nya masing2. Sesuai namanya, skala A minor nariknya ke A, bukan C, jadi ketika pengen denger detilnya, silakan akord iringannya diilangin, audience bakal bilang harmony yang sedang dimainkan adalah A minor [bukan C mayor].

      Nah, prinsip superimposing ini juga bisa diterapin juga di akord dan skala lain, dan akan lebih efektif dipake kalo kita sudah paham karakter masing2 skala [dan bisa layering ke akord apa aja, untuk menghasilkan karakter baru]. Prinsip ini nyambung ke seventh chords, extended chords, dan nantinya ke subject substitusi akord yang merupakan konsep advanced harmony.

      Superimposing ini sebenarnya telah [dan sedang] dibahas di blog ini pada subject seventh chords dan extended chords.

        ibnu said:
        Juni 19, 2013 pukul 5:59 pm

        oh iya maaf…dua kali ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s