Konsep Tension – Release

Posted on

rope-pull

Q : mas dito konsep tension release itu yg seperti apa sih, jelasin dong?

A : Tension – release (yang merupakan bagian dari voice leading) itu konsep dasar pergerakan not dalam musik supaya kedengeran asik dan punya alur yang menarik. Doi juga berlaku secara universal terhadap subject2 lainnya yang menggunakan western harmony, baik itu functional ataupun non functional harmony.

Sebuah lagu kedengeran kurang asik kalo hanya diisi akord C – Am doang, atau G7 – Bdim doang, apalagi dengan melody yang hanya berisi chord tones secara exclussive (walaupun ada pergerakan progresi dan line melody) . Biar lagu kedengeran asik, kita mampir ke akord2 lain yang mempunyai fungsi coloring dan tension terhadap tonal center, dan memainkan not2 melody diluar chord tones, bahkan diluar skala bila perlu.

Akord2 pada sistem diatonik sering digolongkan menjadi 3 berdasarkan karakternya terhadap tonal center : Dominant, Sub Dominant dan Tonic. Sebagian orang sering menyebutnya 3 keluarga akord, dan umumnya mereka bisa saling dipertukarkan dalam satu keluarga karena mempunyai banyak not2 penyusun yang sama (dasar substitusi akord).

Kadang2 untuk keperluan tension, kita butuh beberapa not diluar skala untuk mendramatisir bunyinya, jadi kita memodifikasi skala nya atau bisa juga memainkan skala baru (modulasi). Dengan begitu sebuah lagu itu bisa dibentuk dari akord apapun dengan progresi yang bagaimanapun dan diisi dengan melody dengan not apapun, tetapi tingkat asik nya secara umum (terlepas dari selera pendengar) ditentukan oleh prinsip tension n release yang benar.

Kira2 begitulah perkenalan sekilas tentang konsep tension – release. Ini merupakan subject yang luas kalo dibahas mendetil, hampir nyerempet semua subject yang melibatkan pergerakan (akord progresi n line melody).

Simpelnya, tension adalah bunyi yang umumnya kedengeran nggak stabil kalo dibunyiin lama2, tapi doi selalu dibutuhkan dengan kadar tertentu tuk membentuk dinamika alur lagu. Kalo di film2 action, ini ibarat adegan tembak2an or kejar2an. Release adalah home, berbunyi stabil. Dengan prinsip substitusi, kita bisa mengembangkan berbagai macam ‘temporary home’, sementara final home (resolusi final) nya bisa dibunyikan terakhir. Bahkan kalo mau, endingnya nggak perlu balik ke home, ngambang juga ok. Siapa yang mau protes? Kalo di film horror, ini ibarat zombie yang udah 2 jam dikejar2 dan ditembakin di bioskop, pas penonton udah mau keluar, doi ternyata masih gerak, lalu layar padam n lampu nyala..

Untuk lebih jelasnya lagi, ini ada salah satu contoh sample tension – release dengan voice leading yang cukup tasty, mungkin dari situ bisa kebayang bahwa betapa semua pergerakan kita dalam maen musik ditentukan oleh tension – release :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s