Sweet Notes

Posted on Updated on

jazz_improvisation_in_key_as_shown

Q : haloo pak dito salam kenal, saat ini saya baru mau MULAI belajar improvisasi, tapi dalam prakteknya saya menemui banyak kesulitan, saya harap pak dito berkenan membantu saya?

  1. apakah ketukan kuat ( strong beat ) itu jatuhnya harus selalu ke chord tones?
  2. misalkan chord latarnya di C mayor trus saya ingin berimproviasai menggunakan c mayor scale, dari mana saya harus memulainya apakah harus dari chord tone c mayor juga ( C-E-G ), demikian juga saat beristirahat umpamanya durasi chord c nya ada 8 bar setelah bermain selama 2 bar saya ingin beristirahat 1 ketukan, not apa yg menjadi tempat saya singgah, begitu juga saat mau pindah chord, umpamanya setelah dari C, chord nya menuju ke F, pada saat jrenggg chord F dimainkan not apa yg harus saya mainkan supaya harmonis dengan chord F nya?
  3. bagaimana cara memaikan scale kromatik?

mohon kiranya bapak mau menjawab pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

A : Halo, salam kenal Dian.

Dalam improvisasi tonal :

1. Strong Beat itu tidak harus diisi dengan chord tones, tetapi doi memang lebih dianjurkan, apalagi untuk keperluan voice leading. Kalo menggunakan kata ‘harus’ maka jawaban yang lebih tepat adalah chord scales (sekedar scale biasa, tapi hati2 dengan avoid notes). Dari chord scales (atau cuma ditulis ‘scales’) itu kita bisa membuat lagi prioritas : chord tones untuk maen aman, dan guide notes tuk not2 yang paling sweet (karakter utama) tiap akord.

2. Dalam kasus itu :

  • Kita bisa memulai dari not manapun (termasuk dari skala kromatik). Yang jadi highlight adalah not yang dibunyikan saat strong beat dan not yang dipilih untuk disustain.
  • Not yang dipake untuk disustain sama dengan jawaban no 1. Yang membuat chord scales (skala) bisa digunakan saat strong beat dan disustain adalah karena tiap akord bisa dikasih coloring (9th, 11th, dan 13th). Dengan demikian, misalnya saat akord C triad dibunyikan, kita bisa memainkan not D pada oktaf yang lebih tinggi untuk solo, baik itu disaat strong beat dan bisa juga untuk disustain (seolah2 akordnya Cadd9).
  • Saat jreng akord F, jawabannya cukup serupa dengan jawaban diatas. Pilihan chord scale nya adalah diatonik mode Ionian dan Lydian. Nah, dari situ bisa dibuat prioritasnya seperti jawaban 1.

3. Ada cukup banyak approach yang bisa digunakan untuk maen kromatik saat impro, yang termudah adalah dengan sekedar menyisipkan mereka diantara not2 yang lebih ok, yang berbunyi lebih stabil. Dengan kombinasi not stabil dan kurang stabil (tension, non diatonik, lalu ke release) ini, impro kita akan lebih kaya dan berwarna. Tapi umumnya cara ini tidak disarankan untuk digunakan dalam dosis tinggi, cukup sesekali saja sebagai bumbu untuk faktor kejutan biar nggak boring.

Untuk keperluan experiment, berikut ini adalah contoh improvisasi penggunaan kromatik yang digunakan dengan dosis cukup tinggi :

Semoga cukup membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s