Vocabs

Posted on Updated on

conversation

Q : pa mau tanya kalo untuk nambah vocab ngapain aj ya….hatur nuhun pisaaannn pa

A : Halo Unknow, nambah ‘vocabs’ sebenernya istilah yang nyomot dari dunia linguistik (vocabulary), yang dalam musik artinya kurang lebih sama aja, menambah informasi baru perihal rhythm dan harmony. Ini bisa berarti apapun dari fragment2 macam akord, licks, approach, ornaments, sampe full repertoar lagu. Pokoke semua hal yang bikin kita makin familiar dan ekspresif dengan rhythm dan harmony.

Diharapkan saat nambah vocabs, kita turut serta melatih kuping, karena ear training merupakan salah satu program inti jangka panjang tuk meningkatkan musicianship (bener salah, or asik enggak nya yang nentuin semuanya kuping.) Dengan kuping yang terlatih tuk bedain timing (groove, rhythm) dan warna tiap not (termasuk campurannya, harmony), kita akan mampu mengapresiasi musik dengan lebih luas. Dengan kuping yang terlatih pula, kita bisa lebih memahami konteks penggunaan tiap vocabs.

Jaman sekarang ketika semuanya serba instan, sebagian orang yang belajar otodidak seringkali mengabaikan hal2 yang fundamental dan cenderung langsung ambil jalan pintas tuk bluffing maenin hal2 yang flashy. Tabs bertebaran dan backing-tracks ada dimana2. Tanpa perspektif yang tepat, kita berpeluang untuk menelantarkan kuping dan meremehkan comping. Akan lebih ok kalo kita melihat mereka hanya sebagai media untuk mempermudah studi, tanpa menelantarkan kuping dan comping.

Trend lain yang terjadi saat ini adalah, beberapa murid n peserta workshop mengira ‘rahasia’ impro yang keren adalah menguasai scale yang aneh or beli buku analisis harmoni nya Chick Corea, dll. Well, nggak ada yang salah dari menguasi bermacam2 scale dan beli buku analisis harmony, tapi sebenarnya impro yang keren berasal dari sekedar mampu memainkan not yang tepat di saat yang tepat, itu udah awal yang cukup keren. Ciyus enelan. Saat Workshop III, Agah bilang “sedikit tapi berarti”. Nice.

Dalam musik, semua hal dibangun dari elemen yang terkecil yang menjadi dasar untuk explorasi (sampai tingkat doktoral loh bo!). Hal yang terkecil (yang sebenernya bisa jadi besar banget sih) itu adalah rhythm dan harmony. Seberapa banyak triad (dan penggunaanya) yang telah kita kuasai? Seberapa in-time permainan kita? Back to basic selalu jadi topik investigasi yang menyenangkan saat training. Hampir semua orang cenderung pernah meremehkan basic, sampe akhirnya kepentok ketemu jalan buntu or macet. Solusinya adalah pasang gigi R dan atret sedikit, muter nyari jalan lain, toh tujuannya sama kok. Edwin Raymondo sering bilang “mundur beberapa langkah tuk maju beribu2 langkah”.

Kuping yang terlatih adalah salah satu element penting pendukung impro setelah koleksi vocabs. Doi menentukan apa yang paling pantas ‘diucapkan’ sesuai momentum. BTW, berhubung pertanyaan tentang vocabs cenderung bisa diasumsikan berasal dari orang yang serius mendalami musik, maka studi vocabs secara comprehensive akan lebih ok kalo didukung sight-reading (a prima vista).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s