Workshop V

Posted on Updated on

V

Ringkasan materi dari Workshop V :

  • Belajar shredding itu gampil, yang susah itu adalah hal yang blom pernah kita lakukan sama sekali (misalnya slap guitar atau 8 finger tapping).
  • Kalau dari awal kita menyangka shredding itu susah, doi beneran jadi susah dipelajari karena tanpa sadar otot akan tegang (yo, doi susah cuy, jadi kita musti siap2. Hayo pada tegang semua!). Semakin nyantai, semakin gampil untuk mengontol pergerakan otot, dari situ doktrin bisa dilakukan.
  • Doktrin? Ya, shredding adalah melakukan efisiensi terhadap apa yang kita SUDAH bisa dan terbiasa, lalu memainkannya dengan lebih cepat. Otot didoktrin untuk bergerak lebih sedikit, tapi dengan hasil bunyi yang sama. Dengan begitu kita bisa bemain lebih cepat. Konsep ini berlaku untuk semua teknik dari alternate picking, legato, tapping, finger picking, dst.
  • Istilah shredding biasanya merujuk pada para pemaen rock dan metal.
  • Pemain genre lain, walopun biasanya nggak disebut shredder, sebenarnya bisa sama2 maen ngebut (bahkan kemungkinan bisa lebih serem dari apapun yang biasa dimainin di rock dan metal : cek lines para virtuoso country).
  • Dasar dari shredding adalah kontrol terhadap tiap individu jari (baik fretting hand maupun picking hand).
  • Cara tergampil untuk memaksa kita lebih mengontrol fretting hand adalah dengan isolasi berlatih bermain staccato. Untuk picking hand, palm muting di semua senar. Alasannya dan manfaatnya udah dijelasin pas workshop kemaren.
  • Lalu apa yang dibunyikan? Walaupun sebenarnya kita bisa menggunakannya di semua licks, tapi dengan mencoba memainkan etude yang dibuat spesifik untuk keperluan developing koordinasi, maka latihan akan lebih efisien.
  • Shredding itu sebaiknya hanya digunakan tuk sekedar bumbu. Dosis bumbu dalam masakan umumnya adalah sedikit. Walopun begitu, tapi selera orang memang beda2 sih.
  • Shredding tidak harus selalu bermain straight. Kita musti bisa switch maen straight dan groovy.
  • Metronom, walopun fungsi utamanya untuk melatih seberapa tepat kita bermain di tiap ketukan, kita juga bisa menggunakannya untuk melatih groove dengan bermain ‘melawan’ ketukannya.
  • Melawan ketukan di metronom berarti kita sengaja melakukan aksen di tempat yang ‘tidak seharusnya’, alias tidak bareng metronom. Kalo lebih cepet, orang menyebutnya ‘anticipation’ atau ‘pushed notes’ atau ‘pushes’. Lebih telat disebut ‘delayed attack’ atau ‘hesitations’.
  • Bermain melawan metronom akan menghasilkan syncopation, membuat permainan kita lebih berwarna, dan lebih bervariasi dan susah ditebak.
  • Mustinya dengan mampu bermain syncopation, kita bisa bermain groovy tanpa bantuan drummer sama sekali. Silakan coba testing dengan metronom.
  • Ear training : Hayo, siapa yang secara mental sudah bisa mendengar not improvisasinya sesaat sebelum not2 nya dimainkan?
  • Semua orang ngerasa bisa improvisasi hanya dengan modal hapalan scale. Untuk bluffing pada orang awam memang kadang2 berhasil sih, tapi kalo didengerin oleh improviser beneran, mereka mungkin bakal nyengir2.
  • Para improviser beneran itu memainkan not2 yang mereka inginkan dengan akurat, tidak ‘terserah jari’ atau ‘terserah scale’. Mereka bisa niru dan quote macem2 lines dalam impro nya. Untuk mencapai tahap ini, kita perlu berlatih ear training dan expanding vocabulary, terus menerus secara konstan.
  • Ear training adalah latihan yang hasilnya dinikmati dalam jangka panjang. Makanya buat yang serius bermusik dan belum mulai melakukan ear training, ini adalah menu utama latihan dari sekarang.
  • Composing, arranging, improvising, transcribing, n semua hal lainnya yang berhubungan dengan musik akan mendapat manfaatnya secara langsung dari ear training.
  • Semua khotbah dari Workshop I kurang berguna kalo kita lebih demen nonton sinetron daripada latihan dan explore. Ciyus.

Untuk info lengkap tentang Workshop VI, silakan cek https://www.facebook.com/events/656804287692450/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s