Classical Music Fundamentals bagian 1 : Mendengarkan Musik

Posted on Updated on

woman-listening-to-music11

Ini adalah seri baru tulisan di blog, yang rencananya akan membahas hal – hal fundamental dari musik yang kita dengarkan sehari – hari, sebagian diantaranya akan berasal dari sudut pandang baru : classical music.

Kenapa classical music? Karena harmony pop musik yang kita dengarkan saat ini berasal dari classical music. Selain itu, sebagian besar studi di university baik tingkat undergraduate maupun post graduate selalu melibatkan aspek – aspek (atau pakem) musik yang telah di gunakan sejak era classical music.

Q : Lu ngapain sih ribet banget? Dengerin musik mah udah dengerin aja, nggak perlu sampe sok2 analisis lah..

A : Sebenernya kagak ribet cuy, asal lu mau mencoba tuk mengerti. Bagi para musisi beneran mah detil pemahaman musik itu dianggap priceless. Tambahan info ini diharapkan akan membantu kita semua untuk lebih memahami gambaran musik secara komprehensif. Lagian, tanpa ngerti sudut pandang yang tepat, kita cenderung kurang maksimal dalam meng-apresiasi komposisi para komposer besar era classical yang sering dibilang jenius oleh banyak orang, yang komposisinya dipelajari di semua universitas musik, serta jadi acuan tuk studi fundamental harmony dan orkestrasi. Jadi kita tau mereka jeniusnya dimana, nggak sekedar latah ikut – ikutan aja.

Nah, tentu step pertama untuk memahami musik secara keseluruhan adalah dengan cara mendengarkan musiknya. Sebanyak apa informasi yang kita dapatkan saat mendengarkan musik itu berkaitan dengan bagaimana cara kita dalam mendengarnya, serta point – point apa aja yang perlu diperhatikan.

Banyak yang bilang musik adalah bahasa universal. Dalam musik pop yang kita dengarkan sehari – hari, sebenarnya kita masih bicara bahasa yang sama dengan bahasa yang berasal dari classical music. Genre dalam musik modern yang bermacam – macam itu bisa kita analogikan dengan dialek atau aksen, dan masih berada dalam bahasa yang sama. Dalam mempelajari musik sebenarnya ada kesamaan dengan mempelajari bahasa. Kita nggak bisa melakukannya dalam satu malam (seperti belajar untuk ujian sejarah). Kita harus mengalami proses asimilasi yang umumnya cukup panjang melewati proses mendengar bermacam – macam musik dan dilakukan berulang – ulang, diantaranya untuk menambah vocabs dan lebih memahami konteks penggunaannya.

Classical music, yang rencananya akan menjadi tema pembahasan di blog beberapa saat kedepan, telah memuat semua aspek musical yang kita pelajari di musik modern secara lebih komplit dan mendetil (termasuk diantaranya hal yang disukai para shredder : virtuosity). Sayangnya, saat ini ada beberapa point dari di classical music yang sering terabaikan oleh kebanyakan para musisi modern (dinamika, tekstur, timbre dll..). Padahal hal – hal yang seringkali terabaikan ini merupakan komponen penting dalam memahami dan mengapresiasi pesan secara menyeluruh dari musik sejak era classical.

Berikut ini adalah daftar aspek – aspek dasar yang secara  umum perlu diperhatikan untuk membuat sebuah musik terdengar seperti menceritakan sesuatu, dengan karakter yang kuat :

  1. Memahami intervals dan pengaruhnya terhadap emosi. Contoh tergampil adalah : major 3rd itu happy stuff, dan minor 3rd itu sad stuff.
  2. Menggunakan not yang terhubung secara langsung (scalar) akan cenderung memberikan kesan lagu terdengar nyaman untuk dinikmati karena not – not nya memperdengarkan sebuah mode secara jelas. Sebaliknya, sebuah lagu dengan not – not yang saling terputus dan loncat – loncat (interval lebih lebar) relatif memberi kesan kurang nyaman. Ini mirip seperti nunggu jawaban dari sang pujaan hati saat habis kita tembak. Kalo langsung dijawab pan jadi lega tuh, kalo digantung lama kan berasa mlintir.
  3. Sebuah home pitch (tonal center) yang diperdengarkan (terutama dengan durasi lama) dalam komposisi/improvisasi akan membuat musik cenderung lebih nyaman didengarkan. Untuk mewakili karakter anxious, kita bisa ngumpetin home pitch, menunda kemunculannya or jangan dimainkan sama sekali sampe musik selesai.
  4. Arah pergerakan pitch juga mampu mempengaruhi emosi dari audience. Pitch yang naik relatif memberikan mood positive.

Point – point diatas itu baru aspek yang dilihat dari salah satu dari 2 dimensi musik, yaitu pitch. Dimensi satunya adalah time (durasi) atau rhythm.

Manusia menyukai keteraturan dalam semua hal, termasuk dalam hal studi ketukan (beat) dalam musik. Kita umumnya meng-kategorikan ketukan menjadi 2 grup utama dalam birama, yaitu duple meter dan triple meter. Duple meter terdapat sebuah strong beat dan sebuah weak beat secara bergantian, sementara triple meter terdapat sebuah strong beat dan dua buah weak beats yang mengikutinya.

Bersambung..

Previous

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s