Workshop XIII

Posted on

13

Workshop XIII :

  • Nyetem gitar secara tradisional mungkin bukan subject favorite para pelajar gitar modern, tapi sebenarnya dari sinilah penguasaan total pada instrument dimulai. kita akan lebih intim dengan instrument kalo bisa nyetem tanpa ‘pihak ketiga’.
  • No problemo buat para hobbyist tuk skip langsung ke ‘how to play guitar under 20 hours’. Tapi bagi yang ngaku gitaris beneran, nyetem secara traditional itu super fundamental.
  • Kenapa semua professor dan guru besar menekankan pentingnya tradisi dalam core curriculumnya? Karena dari situlah inti musik diajarkan. Salah satu aspek inti dari musik yang berdasarkan improvisation adalah ear training.
  • Mulai dari Workshop XIII, Dojo Gitar tidak lagi menggunakan bantuan electronic tuner untuk melakukan tuning. Para peserta diminta untuk bisa melakukan tuning secara traditional dengan hanya bantuan 1 reference pitch. Don wori, bagi yang belum bisa akan diajarkan plus tips n trick-nya.
  • Selain fokus pada CAGED System dan beberapa core harmonic fundamental, materi di Dojo Gitar akan mulai menitik beratkan pada ear training, karena ternyata ada cukup banyak pelajar yang ‘buta’ pendengarannya.
  • Semua materi yang rencananya dibahas di Workshop XIII ditunda untuk beberapa episode mendatang. Berdasarkan request para peserta, workshop kemaren fokus pada ear training : melodic dictation, masih tahap basic riff2 saja.
  • Kemampuan untuk meng-copy basic riff itu sangat fundamental, terutama akan sangat berguna saat situasi band or jamming. Dan kemampuan tuk nyetem secara traditional jauh lebih fundamental lagi😉
  • Sebegitu pentingnya ear training bagi para improviser, sehingga pada banyak situasi, tingkatannya lebih utama daripada sight reading. Beberapa pihak menyebutkan bahwa improvisasi berasal dari oral tradition. Make sense.
  • Well, kalo membahas tradisi, terutama dalam musik, maka kita tidak bisa mengatakan satu tradisi lebih ok daripada yang lain. Antara notation system dan oral tradition system, keduanya punya sisi positive nya masing2. Kalo pengen jadi musisi yang fleksibel n berwawasan luas, kita sikat aja kedua system itu.
  • Rencananya subject classical (notation system) di blog nantinya akan dilanjutkan ke subject world music (oral tradition system) untuk membantu kita dalam memahami musik secara lebih menyeluruh. Stay tuned..

Untuk info lengkap tentang Workshop XIV, silakan cek : https://www.facebook.com/events/546043005494487

2 thoughts on “Workshop XIII

    Giri said:
    Maret 22, 2014 pukul 8:03 am

    Om dito, saya bisa ikutan workshop ga? Lokasinya kalo boleh tau di mana? Ada biayanya ga? Hehe

      ditomusicman said:
      Mei 14, 2014 pukul 12:27 pm

      Saat ini workshop di Dojo Gitar unavailable. Nanti info nya diupdate di blog kalo udah running lagi. Silakan stay tuned.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s