Workshop XV

Posted on

15

Workshop  XV :

  • Pernah ngerasa kalo permainan kita gini2/gitu2 aja, padahal udah sekolah/kuliah di tempat yang konon paling musical? Perspektif n cara belajar yang bener akan jauh lebih berperan setelah kita merasa dapet tempat belajar yang keren.
  • Seperti kebanyakan hal lainnya (terutama studi bahasa), sebenernya belajar gitar itu bisa gampil bisa susah tergantung habit kita. Fokus n quality time itu sangat menentukan seberapa cepat proses pencernaan kita terhadap materi. Kalo kebanyakan nonton YKS n latian seminggu cuman sejam, maka kemajuan kita bakal sangat jauh dari optimal.
  • Semua step2 yang ada dikurikulum siapapun itu ada tujuannya. Sama sekali bukan buat ngelama2in proses belajar kita tuk jadi great player/improviser/composer. Silakan minta penjelasan pengajar tentang kurikulumnya, dan kemungkinan untuk dipersonalisasi tuk bantu kita lebih cepat sampe tujuan.
  • Beban kurikulum ditentukan oleh seberapa jauh tempat yang hendak kita tuju. Materi itu ibarat bekal, kurikulum adalah route nya, dan latihan/maen/jam terbang adalah perjalanannya.
  • Para pelanggar aturan (termasuk para improviser) adalah orang2 yang paham medan tempur. Mereka bebas menentukan semuanya tanpa khawatir kesasar, cidera, dll. Kalo kita belum paham gambaran konsep n aplikasi kurikulum, sangat tidak disarankan untuk menyimpang dari peta. Ibarat kita nyasar di tengah laut, cara terbaik untuk nyampe tujuan adalah baca peta.
  • Sebelum kita bisa mulai belajar menembak target, terlebih dahulu kita musti bisa menentukan mana yang target, mana yang bukan. Prinsip yang sama ada di teknik targetting dalam impro. Kita diminta bisa menemukan semua target notes di fretboard (chord tones) secara spontan, sebelum kita bisa mulai latihan lines nya.
  • Tritone (interval b5 atau 1 oktaf yang dibagi 2) merupakan interval favorite para blueser n jazzer. Interval ini merupakan karakter utama dari akord diminished 7th dan dominant 7th, dan juga muncul sebagai bumbu yang tasty beberapa akord lain (misalnya Maj9#11th dan Minor13th).
  • Perbedaan dari diminished7th dan dominant7b9th ada di root dari dominant7b9th. Kita bisa maen diminished7th di tempat dominant7b9 (prinsip dasar substitusi).
  • Chord tone playing (arpeggio) itu layaknya akord biasa, juga punya prinsip voicing. Ini berkaitan dengan tekstur n karakter yang hendak disampaikan saat mencoba outline harmony dalam soloing/impro. Kita nggak bisa maenin D sebagai not paling bawah dari arpeggio C9. Doi akan membuat audience mendengar akord dengan tonal gravity di D, bukan dari C. Ini super danger saat blues jamming, karena menyimpang dari struktur asli (dan bahkan diluar prinsip substitusi).
  • Usia minimal untuk belajar di Dojo Gitar sebenarnya tidak ada, hanya saja ukuran fisik jari pelajar sebaiknya udah cukup untuk memainkan gitar dengan ukuran normal yang disediakan di Dojo. Umumnya anak SMP or akhir SD yang rada bongsor udah cukup OK.

Untuk info lengkap tentang Workshop XVI, silakan cek : https://www.facebook.com/events/558362784271785

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s