Workshop XVIII

Posted on Updated on

18

Workshop XVIII :

  • Hal pertama yang dipelajari dari Baroque Style adalah intervals. Kita kembali mengunjungi subject yang pertama banget kita pelajari dulu : jarak antar pitch. Doi udah sering kepake buat bikin scale, n juga chords. Hanya aja kali ini kita menggalinya dengan lebih dalem pake mikroskop, termasuk berbagai cara membunyikannya untuk mendapatkan subtle character tertentu yang berkaitan dengan timbre-nya.
  • Setelah kembali inget semua hal tentang intervals, berikutnya adalah penerapan aturan cantus firmus pada single note lines. Cantus firmus adalah melodi (umumnya simple) yang digunakan sebagai patokan untuk membuat beberapa lines tambahan yang independen, tetapi masih terkait secara harmonic. Hubungan beberapa lines yang bebas tetapi masih terkait secara harmonic ini disebut Counterpoint (point melawan point).
  • Berbeda dengan jazz yang dari awal cenderung serba bebas dengan subjectivitasnya, awal studi cantus firmus ini terdapat cukup banyak aturan, dan step2nya cukup panjang untuk sampe dapet sertifikat maen bebas. Saat sharing, Sensei musti mengolah informasinya sedimikian rupa biar asik didenger dan gampil dimamam, walopun tetep aja bakal cukup menantang bagi kebanyakan orang, termasuk para jazz cats sekalipun.
  • Kenapa cukup banyak aturan? Dari awal, semua orang setuju bahwa nggak mudah tuk bikin tema yang keren, dan kemudian, ketika kita pengen melibatkan beberapa lines sekaligus yang independen, kita musti memastikan bahwa polyphonic lines ini bakal bikin lagu tambah keren, bukan sebaliknya.
  • Study tentang tingkatan (species) counterpoint ini merupakan bagian dari study tentang harmony, yang jika dipelajari beneran mungkin bisa menghabiskan seumur hidup, or lebih (kata Marian Petrescu. Reinkarnasi dong?). Di Dojo Gitar hanya akan mempelajari beberapa hal dasarnya saja untuk digunakan dalam bermusik sehari2 (improvising + composing). Minimal, kita jadi punya tambahan perspektif tentang bagaimana mengeksekusi ide/lagu.
  • Don wori, beberapa rules kemungkinan sudah kita pahami dan sering dimainkan tanpa tau bahwa itu merupakan bagian dari aturan cantus firmus.
  • Kalo rocker yang awal belajar jazz itu punya perspektif “fill in the gap” yaitu eksekusi not kromatik disela2 diatonic scale/pentatonics/arpeggios. Kalo jazzer awal belajar baroque style, mereka mungkin sudah sering melakukan fill-in-the-gap lainnya yaitu “leap compensation” : mengisi kekosongan loncatan interval yang lebar (misal arpeggios) dengan pergerakan yang berlawanan menggunakan intervals yang lebih sempit (diatonic or chromatic scale). Itu sebenernya udah salah satu aturan dari cantus firmus.
  • Salah satu gitaris yang sangat sering memainkan konsep ini adalah Guthrie Govan. Silakan cek permainan beliau terutama saat maen bareng The Fellowship, “leap compensation” selalu muncul di setiap solo pada setiap lagu. O iya, Guthrie Govan padahal bukan traditional jazz cats, cenderung lebih ke traditional bluesman/rocker. Paham theory n harmony membuat beliau punya banyak sekali vocabs untuk diekspresikan di berbagai sikon.
  • Gitaris2 lain yang disarankan untuk dicek perihal Baroque Style improvisation adalah Lenny Breau, Jimmy Wyble, Sid Jacob, Andreas Oberg, Kurt Rosenwinkel, Julian Lage, dll. Mereka semua mungkin backgroundnya bisa dibilang dari jazz.
  • Subject tentang Baroque Style impro mungkin nggak akan nongol di workshop lagi dalam waktu dekat, karena style ini memang bukan untuk semua orang. Tapi pada dasarnya, di workshop kemaren telah dijelaskan dan manfaat dan potensi2nya, beserta demonstrasi singkatnya. Bagi yang pengen memahami musik secara menyeluruh, ada baiknya kita studi mundur sampe era asal dari harmony modern yang kita dengar hari ini. Setelah itu, nggak ada lagi misteri.

Untuk info lengkap tentang Workshop XIX, silakan cek : https://www.facebook.com/events/710944422260469

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s