Rahasia Licks

Posted on

top secret

Sebenernya informasi dari cuplikan chatting ini bukan rahasia sih, tapi berhubung cukup banyak orang yang belum tau, ada baiknya kalo di share. Prinsip ini bisa diterapkan disemua genre :

Gancang Pakar Mahajan Larosa

Pak,ada pertanyaan,apakah ada rahasia untuk membuat 2 5 1 lick sendiri,selama ini kan hanya ngikutin lick charlie parker…

Bagaimana rahasia konsep membuat lick 251 ala kita sendiri? Mohon dibantu pak….

Thursday
Dito Musicman
06/03/2014 12:04

Mungkin setelah paham ini, kita nggak akan pernah maen ngawur lagi. Sebenernya bukan rahasia sih, semua jazzer tau kok. Opsi paling gampil selain Parker lines, kita bisa coba digital pattern nya Coltrane. Faktanya, menggunakan digital pattern dan editing adalah core dari systematic expanding vocabs, yang juga digunakan saat analisis musik sampe era baroque. Semuanya magically connected!

Ane udah pernah cover subject ini beberapa taun lalu, di sample giant steps :

Disitu adalah contoh yang bener2 gamblang n kedengeran jelas maenin digital pattern nonstop menggunakan not 1/8 tanpa editing.

Digital pattern adalah salah satu perspektif yang bisa digunakan saat maen lines, maen pake not2 tertentu dari scale, kita comot scale degree nya. 1 – 3 – 5 adalah salah satu bentuk digital pattern, yang sering digunakan untuk arpeggio etude. Kita bisa bikin pattern sendiri. Bener2 bebas. Serius.

Filosofi pattern yang baik adalah yang outline harmony di strong beat, dan bergerak smooth saat weak beat. Dengan konsep digital pattern ini (beserta ‘editing’ nya), semua orang bisa bisa bikin licks sendiri, dan bantu bikin algoritma tuk software semacam band in a box supaya seolah bisa bikin improvisasi.

Contohnya udah ada, definisinya udah jelas, silakan coba bikin sendiri. Mungkin awal2nya yang susah adalah menjinakkan semua jari agar mau bergerak membunyikan lines yang kita mau, tapi don wori, tinggal latian n kasih waktu sebentar untuk bisa lancar..

Gancang Pakar Mahajan Larosa
06/03/2014 12:05

Nyimak…

Dito Musicman
06/03/2014 12:05

Cek pidionya Gan, itu sangat jelas ngumbar digital pattern tanpa sensor.

Gancang Pakar Mahajan Larosa
06/03/2014 12:06

Siap pak…

Sepertinya telinga yg jd senjata utama?

Band in box? Gunanya apa?

Dito Musicman
06/03/2014 12:11

NO, big NO, dalam musik ballad mungkin possible, tapi dalam latian maen fast changes, kuping nggak akan cukup responsif. Kecuali bagi orang2 yang udah nonton n ngulik jazz tiap hari selama bertaun2 n gaul dengan jazzer2 senior, mereka mungkin bisa jadi udah beyond theory.

Perihal Band in a Box silakan googling. Gunanya macem2, yang utama sih banyak dipake oleh jazzer tuk latian soloing impro.

Dito Musicman
06/03/2014 12:15

Digital pattern itu awalnya murni logic n technical, yang kedepannya bakalan di take over sama kuping (eventually). Doi dipake tuk mengatasi kendala awal improvisasi : inkompetensi kuping dalam merespon changes, sekaligus jadi etude buat independence jari2, yang kedepannya bisa sekaligus dikembangkan juga tuk aural training.

Gancang Pakar Mahajan Larosa
06/03/2014 12:16

Nyimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s